Temukan Kami di Sini:

Kronologi Lengkap Karyawan Bakar Gerai Indomaret di Makassar, Buka Brankas Hingga Bawa Kabur Uang

0
Uang Rp20 Juta, Wanita di Makassar Nekat Kelabui Polisi
Uang Rp20 Juta, Wanita di Makassar Nekat Kelabui Polisi

SUARATURATEA.COM, MAKASSAR – Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), Kombes Pol E. Zulpan memberikan keterangan terkait kronologi pembakaran gerai Indomaret di Bumi Permata Sudiang, Kecamatan Biringkanayya, Kota Makassar.

Zulpan menambahkan, pelaku sudah merencanakan aksinya untuk melakukan pencurian dan berakhir dengan pembakaran tempatnya bekerja pada tanggal 9 Juni pukul 21.30 Wita.

“Pelaku keluar dari rumah kosnya yang berada di Jl. Arung Sanrego dan hendak menuju Toko Indomaret BPS, dalam perjalanan, pelaku membeli bensin botolan di Jl. Goa Ria sebanyak 1 botol, kemudian bensin tersebut diisi kedalam botol air mineral,” kata Kabid Humas Polda Sulsel.

Pembakaran gerai Indomaret di Makassar, di cerita kronologi nya, sekira pada pukul 04.15 WITA tersangka SFP (21) tiba di gerai, saat tiba, pelaku menyimpan motornya di belakang toko.

“Pelaku memasuki toko, dengan cara membuka pintu menggunakan kunci yang dipegang oleh pelaku, setelah itu pelaku mengambil korek api yang berada di belakang meja kasir, setelah itu pelaku menuju ke tempat penyimpanan uang (brankas) dan membuka kunci brankas menggunakan kode yang diketahui oleh pelaku,” terangnya.

Uang yang digasak pelaku dari brankas gerai itu langsung dibawa kabur dengan menggunakan kantong kresek.

Setelah mengambil uang, SFP membawa bensin botolan itu ke dalam gudang tempat persediaan barang aneka brand. Di sana, SFP langsung menyiram bensin lalu melakukan pembakaran.

“Pelaku masuk ke dalam gudang yang berisi barang toko dengan membawa sebotol berisikan bensin, selanjutnya pelaku menyiram bensin tersebut di rak popok dan langsung menyalakan korek api untuk membakar toko tersebut,” beber Zulpan.

Perwira tiga melati itu lebih jauh menjelaskan, bahwa pelaku yang telah melancarkan aksi pembakaran langsung memasuki ruang kontrol CCTV, di sana pelaku mengambil receiver CCTV dengan cara menarik paksa.

“Pelaku ke ruang cctv dan mengambil receiver cctv dengan cara menarik paksa receiver cctv tersebut dan keluar dari toko dengan membawa uang hasil curian yang berada dalam kantong plastik untuk menuju indekosnya. Pelaku juga membuang receiver CCTV di tempat sampah,” jelas Zulpan.

Mantan Dirlantas Polda Kalimantan Selatan, Zulpan lebih jauh menerangkan bahwa uang yang digasak pelaku itu dipergunakan membeli barang elektronik (HP), menyewa kamar wisma dan hotel selama dua hari dua malam.

“Pelaku mengakui bahwa uang hasil curian tersebut digunakan untuk Beli HP merk Vivo V20 di toko di dekat MTC, Biaya hotel dan Wisma selama 2 hari 2 malam, untuk keperluan makan dan minum, dan membeli kartu perdana (untuk gawai). Adapun sisa uang hasil curian sebesar Rp 36.317.000,” pungkasnya. (*)

Berkomentar dengan bijak!