Korupsi Pembangunan Rumah Adat Terpencil, Kejari Jeneponto Tetapkan 4 Tersangka

Para tersangka saat digiring ke lapas II B Jeneponto

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Jeneponto kembali menjaring empat orang tersangka kasus korupsi pembangunan rumah Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan bakti sosial untuk (KAT) tahun 2019.

Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Jeneponto, IIma Ardi Riyadi menjelaskan jika ada dugaan tindak pidana korupsi.

“Pembangunan Rumah KAT dan pembangunan bakti sosial untuk KAT tahun 2019 di dusun Bira-bira Desa Gunung Silanu, Bangkala,” jelas Ardi kepada wartawan. Senin. (17/1/2022).

Tersangka langsung digelandang ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Jeneponto setelah menjalani beberapa pemeriksaan penyidik selama kurang lebih 5 Jam.

” HM sebagai PPK, ST sebagai Konsultan, AN sebagai pemilik Perusahaan dan BR sebagai Pelaksana. Jadi ada 4 orang tersangka,” sebutnya.

Ardi mengungkapkan keempat tersangka langsung dijerat pasal berlapis karena sudah merugikan keuangan negara.

” Pasal 2 dan pasal 3. Kerugian negara ditaksir sekitar Rp. 1,3 Milyard,” terangnya.

Bahkan, pihak penyidik berjanji akan menambah tersangka baru
dalam kasus ini, namun untuk memastikan hal itu, pihak penyidik mengaku akan melakukan proses penyelidikan.

” Kami ini tetap masih proses penyidikan jadi kedepan ada ditemukan tersangka baru tentu pasti masih bisa jadi. Tapi ini masih proses penyelidikan lebih lanjut,” ucapnya.

Diketahui, Proyek KAT ini adalah Program Kementerian Sosial yang dilaksanakan oleh Dinas Dosial Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2019.

” Anggaran berasal dari provinsi dan pihak swastanya ini tugas perbantuan dinas sosial dan kami mulai periksa dari tahun kemarin sekitar bulan oktober 2021 lalu,” cetus Ardi

Berkomentar dengan bijak!