Komplotan Curanmor di Jeneponto Dibongkar, Polisi Amankan 8 Unit Motor

0

SUARATURATEA, COM, JENEPONTO – Jajaran Polres Jeneponto berhasil membongkar komplotan pencurian sepeda motor (curanmor) asal Kabupaten Jeneponto.

Empat pelaku curanmor berhasil ditangkap polisi pada Senin (9/11/2020). Dari tangan pelaku, polisi mengamankan 8 unit sepeda motor diduga dari hasil curian.

Pelaku curanmor yang diringkus adalah AY (27) warga BTN Romanga, Kelurahan Balang, dan AH(19) warga Taba, Kelurahan Balang Beru.

RD (17) warga Taba, Kelurahan Balang Beru, Kecamatan Binamu, dan DI  (17). Keempatnya ditangkap di tempat berbeda dan langsung digiring ke Mapolres Jeneponto untuk menjalani pemeriksaan.

Kapolres Jeneponto AKBP Yudha Kesit mengatakan, pelaku melancarkan aksinya dengan cara menggunakan kunci leter T. Polisi juga mengamankan dua unit motor yang digunakan para pelaku saat menjalankan aksinya.

“Mereka melakukan kejahatan ini dengan cara menggunakan kunci leter T untuk melancarkan aksi mencuri motor. Kendaraan yang kita amankan sebanyak 8 unit barang bukti. Dua kendaraan yang digunakan pelaku juga kita amankan,” ujarnya saat menggelar konferensi pers di Mapolres Jeneponto, Kamis (12/11/2020).

Yudha mengaku, bahwa pelaku melakukan aksinya di wilayah kota Jeneponto dan sebagian juga kecamatan.

“Sementara kita melakukan pengembangan dengan data yang ada terutama mereka melakukan pencurian di wilayah kota Jeneponto dan sebagian juga di kecamatan,” ungkapnya.

Katanya, sesaat sebelumnya melancarkan aksinya, para pelaku terlebih dahulu memantau keberadaan polisi. Disaat kondisi aman, mereka langsung melakukan aksinya.

“Mereka sebelum melakukan kejahatan untuk memantau keberadaan petugas kepolisian di tempat-tempat biasa petugas melangkah. Setelah mereka tahu kondisi aman, barulah mereka melancarkan aksinya,” terangnya.

Kata dia, ketika pelaku hendak melakukan pencurian, mereka mengintai lokasi. Tujuanya, untuk memastikan bahwa lokasi itu aman.

Setelah tahu bahwa lokasi itu aman, salah satu dari mereka kemudian melaporkan hasil itu ke rekan lainnya dan membagi tugas.

“Untuk kronoligis awal, mereka akan melakukan posisi pencurian di daerah A, dia akan menggambarkan jenis kendaraan tersebut yang akan di curi dan mereka melakukan koordinasi pukul berapa akan melakukan pencurian tersebut. Setelah itu pembagian tugas. Setelah mendapatkan hasil di bawa ke suatu tempat,” tukasnya.

Untuk barang bukti yang diamankan polisi sebanyak 8 unit sepeda motor. Sedangkan, leter T yang digunakan sebagai alat pembobol itu dibuang oleh pelaku.

“Kunci leter T di buang yang mereka gunakan sebagai alat pembobol dan kendaraam yang kita amankan sebanyak 8 unit,” pungkasnya.

AKBP Yudha mengungkapkan, bahwa peran keempat pelaku itu berbeda ada eksekutor dan Navigator. Mereka mambagi dua team, Satu team diisi dua orang.

Saaat melancarkan aksi, mereka saling berboncengan. Satu diantaranya turun untuk mengambil motor.

“Untuk peran masing-masing pelaku adalah eksekutor, jadi bermain dua orang, satu orang berboncengan dengan temanya, satu orang turun untuk mengambil motor dan dibawa lari,” tandasnya.

Pasal yang diterapkan untuk para pelaku adalah pasal 363 subsider 362 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Penulis: Arya Pratama
Editor. : Ibnu Gaffar

Berkomentar dengan bijak!