Ketua PPNI Jeneponto : Kekerasan Ini Pelecehan Profesi Perawat, Selesaikan Sesuai Hukum Yang Berlaku

0
Irfan Hadinata,Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia RSUD Lanto Daeng Pasewang Jeneponto

Agung/Jurnalis

TURATEANEWS.com,JENEPONTO—Kasus kekerasan yang dialami salah seorang Perawat RSUD Lanto Daeng Pasewang Kamis (18/08) pukul 23,08 wita, diduga dilakukan seorang oknum Satpol PP jeneponto, Hasanuddin alias Noldi dengan menyiram minuman bersoda ke wajah Sumarni.

Irfan Hadinata, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) RSUD Lanto Daeng Pasewang Jeneponto, berharap pihak kepolisian mengusut tuntas peristiwa ini, Ia menganggap kejadian adalah suatu pelecehat terhadap profesi.

“Terjadinya perlakuan penyiraraman minuman soft drink yg dilakukan oleh seorang pasien kepada anggota perawat ini, sangat disesalkan, karena salah satu bentuk pelecehan terhadap profesi perawat, yang sedang melaksanakan tugas. ini perlu langkah hukum, untuk  menjadi pelajaran, agar kejadian serupa tidak terulang lagi, untuk penegak hukum khususnya polres Jeneponto agar serius menanggapi laporan kasus kekerasan ini,” Tegas Ifran

Baca : Oknum Satpol PP Jeneponto, Siram Soft Drink Perawat RSUD Jeneponto

Bahwa perlu diketahui, lanjut Irfan,  perawat ini sedang menjalankan tugasnya, ada standar pelayanan keperawatan dan administrasi. “Saya yakin bahwa teman perawat itu telah menjalankan tugas keperawatannya sesuai prosedur,  adapun selanjutnya ada prosedur administrasi yang harus diikuti,” jelasnya.

Dia juga mencontohkan pada kasus ini, bahwa setiap kejadian laka lantas baik laka tunggal atau ada lawannya harus mendapatkan laporan polisi yang selanjutnya untuk pengurusan santunan  jasa raharja,  apakah laka itu ditanggung jasa raharja atau tidak, sekalipun pasien atau korban laka lantas memiliki BPJS.

“Dengan kejadian ini,  kami, atas nama perawat berharap kepeda penegak hukum agar dapat diselesaikan sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Baca Juga  :

Ini Penyebab Warga Bontoujung Keracunan Kerang Laut

Manajer PLN : Tunggakan listrik capai 600 juta rupiah

Berkomentar dengan bijak!