Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono: Flight Data Recorder Sriwijaya Air SJ-182 Berhasil Diunduh

0
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono: Flight Data Recorder Sriwijaya Air SJ-182 Berhasil Diunduh
Kondisi Black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di Kepulauan Seribu diperlihatkan di Dermaga JICT, Jakarta, Selasa (12/1/2021). Meski FDR sudah ditemukan, namun Cockpit Voice Recorder (CVR) masih dalam proses pencarian.

SUARATURATEA.COM Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan, pihaknya telah berhasil mengunduh flight data recorder (FDR).

Ia berhasil mengunduh dari kotak hitam atau black box pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak yang diserahkan kepada pihaknya sejak 13 Januari 2021.

“Ada 330 parameter dan semuanya dalam kondisi baik. Saat ini sedang kita pelajari,” ujarnya di Jakarta, Jumat (15/1/2021).

Sebelumnya, Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo menerangkan, pihaknya juga telah menerima Crash Survivable Memory Unit (CSMU).

BACA JUGA : Peduli Gempa Sulbar, Jurnalis Jeneponto Buka Posko Donasi Bantuan, CEK DISINI

“CSMU merupakan bagian dari kotak hitam yang paling tahan benturan dan tahan panas hingga suhu 1.000 derajat Celcius selama 1 jam,” jelasnya.

Sebelum proses pengunduhan data, perlu ada treatment khusus yang harus dilakukan.

BACA JUGA : Data Baru, 73 Meninggal Dunia, 27.850 Orang Mengungsi, 554 Terluka Akibat Gempa Sulbar

“Kami harus membersihkan unit memori dari kotoran dan sisa-sisa garam yang menempel karena terendam air laut,” sambungnya.

KNKT juga telah menyampaikan, berdasarkan data ADS-B dan wreckage engine, kedua mesin pesawat masih beroperasi atau sampai pesawat membentur air. Temuan KNKT dari data FDR telah mengkonfirmasi data ADS-B dan wreckage engine tersebut.

Saat ini, KNKT masih menunggu pencarian Cockpit Voice Recorder (CVR) yang masih dilakukan Tim Gabungan.

CVR merupakan salah satu bagia penting black box pesawat Sriwijaya Air SJ182 lainnya, yang digunakan proses investigasi lebih lanjut.


Editor : Reza Demil

TONTON VIDEO:

Berkomentar dengan bijak!