Temukan Kami di Sini:

Kepada Penyidik Polres Gowa, Mardani Hamdan Beri Keterangan Karena Ada Lemparan Botol

0
Upaya Kuasa Hukum Mardani Minta Kliennya Penahanan Ditangguhkan, Karena Ini!
FOTO: Tim kuasa hukum tersangka, Mardani usai mendampingi kliennya di ruang penyidik Sat Reskrim Mapolres Gowa. [SUARATURATEA.COM/IBNU GAFFAR]

SUARATURATEA.COM, GOWA – Setidaknya, ada 22 poin pertanyaan yang diajukan penyidik terhadap tersangka, Mardani Hamdan buntut kasus penganiyaan dengan cara menampar pemilik warkop di Kabupaten Gowa.

Hal itu disampaikan ketua Kuasa Hukum Mardani Hamdan, Shyafril Hamzah kepada wartawan usai mendampingi kliennya di ruang penyidik Mapolres Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Ada 22 poin, (poin penting) poin yang penganiyaan itu ada sebab akibat yang ada di sana (warkop Riana),” kata Syhafril. Sabtu (17/7/2021) kemarin.

BACA JUGA: VIDEO: Polisi Tetapkan “Saya Satpol, Saya Punya Kewenangan” Akhirnya Tersangka

Kata dia, bahwa pelaku dijemput oleh penyidik Polres Gowa di markas satuannya, Satpol PP.

Berdasarkan keterangan yang diberikan Mardani kepada penyidik, bahwa peristiwa itu Mardani menganiaya karena spontanitas.

“Dari penganiayaan itu adanya spontanitas, karena adanya lemparan daripada korban yang istilahnya menyebabkan emosi sesaat pada saat itu, spontanitas lah,” jelas ketua Kuasa Hukum Mardani.

BACA JUGA: Jelang Hari Raya Idul Adha, Mentan; Persiapan Hewan Kurban di Indonesia, Termasuk Sulsel

Sementara itu, lemparan yang diduga sebagai pemicu sponatinas hingga terjadinya penganiayaan yang dilakukan tersangka itu berupa sebuah botol.

Kendati demikian, dalam video hasil rekaman CCTV dan live streaming Ivan Van Houten, pemilik akun dari Nur Halim memperlihatkan suasana kondusif saat Ibu Sekretaris Daerah (Sekda) memberikan teguran pada saat pelaksanaan Patroli PPKM Mikro di Gowa.

| VIDEO NEWS: 

Diakui Mardani, bahwa tindakan yang dilakukan itu adalah inisiatif sendiri saat meminta pihak pemilik warkop itu memperlihatkan surat izin usahanya.

BACA JUGA: Bencana Banjir di Wajo 1.560 Jiwa Terdampak, 679 Rumah Terendam

“Lemparan botol (yang diakui tersangka). Tidak ada, tidak ada sama sekali (provokasi dari luar). Inisisatif sendiri untuk memeriksa perizinan daripada cafe tersebut,” tandasnya. (**)

Berkomentar dengan bijak!