Kekurangan Logistik, Kelompok Teroris Santoso Makan Anoa

0

TURATEANEWS.com,POSO–Perburuan aparat keamanan dalam Operasi Tinombala terhadap kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di pegunungan Poso, Sulawesi Tengah, ternyata membuat kelompok teroris ini mulai kelaparan. Santoso bahkan harus rela memburu hewan-hewan hutan untuk dijadikan makanan.

 Dalam siaran pers yang dikirimkan Satuan Tugas (Satgas) Tinombala di Poso, Santoso dan kelompoknya disebut telah memburu dan membunuh sejumlah hewan yang dilindungi untuk dimakan dan bertahan hidup. Fakta itu bisa dilihat dari beberapa video dan foto kelompok Santoso yang sedang makan daging Anoa, Kuskus, bahkan Burung Maleo dan Burung Rangkok.

 “Hal ini menunjukan bahwa kelompok Santoso saat ini mengalami kesulitan bahan makanan akibat digelarnya operasi penegakkan hukum terorisme dengan sandi Operasi Tinombala yang dilaksanakan secara sinergis oleh TNI-Polri,” bunyi siaran pers Satgas Tinombala, Jumat, 1 April 2016.

 Satgas Tinombala menyatakan, seluruh hewan yang diburu dan dikosumsi Santoso dan kelompoknya adalah hewan endemik yang hanya hidup hutan Sulawesi Tengah.

 Diduga Santoso kerap mendapat kiriman logistik melalui kurir yang tinggal di Kota Poso maupun Palu. Santoso juga dituding menjarah bahan makanan di kios-kios di perkampungan warga, memakan tanaman yang tumbuh di hutan berupa ujung rotan dan ujung batang pohon pinang. Serta menjarah makanan milik warga yang disimpan di gubuk kebun serta tanaman.

 Sebelumnya, penanggungjawab Operasi Tinombala 2016, Brigjen Pol Rudy Sufahriadi meyakini, kelompok bersenjata pimpinan Santoso alias Abu Wardah ini sudah berada jauh dari pasokan logistiknya.

 “Seluruh pintu masuk dan keluar dari Poso, terutama di Napu sudah kami sekat. Kami yakin Santoso dan kelompoknya sudah terdesak dan tinggal tunggu waktu,” kata Rudy.

Berkomentar dengan bijak!