Kejaksaan Negeri Takalar Tetapkan Tersangka Sekum BKPRMI, Dugaan Korupsi Ratusan Juta

0
Kejaksaan Negeri Takalar Tetapkan Tersangka Sekum BKPRMI, Dugaan Korupsi Ratusan Juta
Kejaksaan Negeri Takalar Tetapkan Tersangka Sekum BKPRMI, Dugaan Korupsi Ratusan Juta

SUARATURATEA.COM, TAKALAR – Kejaksaan Negeri Kabupaten Takalar hari ini telah menetapkan satu orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dana BOP TPA-TPQ tahun 2021. Senin (19/4/2021).

Kejari Takalar menetapkan tersangka beridentitas AH yang menjabat sebagai Sekretaris umum BKPRMI Kabupaten Takalar.

Setidaknya, AH diperiksa oleh penyidik Kejari Kabupaten Takalar selama lima jam hingga akhirnya status AH dinaikan menjadi tersangka.

BACA JUGA : Masjid Ini di Makassar Ternyata Khusus Kaum Adam, Begini Sejarahnya!

Dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret AH adalah kasus Biaya operasional Pendidikan (BOP) TPA-TPQ.

Akibat perbuatan AH, kerugian negara disebut senilai Rp107 juta rupiah.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Takalar, Suwarni Wahab membenarkan penahanan AH.

“Iya, hari ini kami tahan AH dan dijerat dengan pasal 2 dan 3 undang undang tindak pidana Korupsi (Tipikor) ancaman hukuman minimal satu tahun maksimal 20 tahun penjara, dengan denda 1 M,” tutur Suwarni Wahab di Takalar.

BACA JUGA : Satu Terduga Teroris Kembali Ditangkap Tim Densus 88 di Maros

Saat digiring, AH tampak mengenakan rompo merah jambu, dirinya telah resmi menjadi tahanan Kejari dan dititipkan ke Mapolres Takalar.

“Dari hasil pemeriksaan itu berdasarkan tiga kecamatan yakni, Pattallassang saja ditemukan kerugian Rp 107 juta, untuk tersangka berikutnya kasus ini tetap kita dalami untuk menentukan tersangka berikutnya,” bebernya.

Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Takalar terus melakukan pengungkapan dan penyelidikan terkait beberapa perkara dugaan korupsi yang melilit di ranah pemerintahan.

BACA JUGA : Seorang Ayah di Jeneponto, Tega Gagahi Anak Kandungnya

Selain sebelumnya telah menetapkan Direktur PDAM Kabupaten Takalar, JN sebagai tersangka dan rekanannya, saat ini Kejari tengah mengobok-obok kasus dugaan pemotongan dana Bantuan Operasional Pondok (BOP) TPA.

Kasus ini, kata pihak Kejari Takalar, telah menaikkan statusnya ke ranah penyelidikan.

“Setelah melalui ekspose sekitar 2 jam tepatnya Rabu (7/4/2021) sekitar pukul 21.00 Wita di ruang ekspose Kejari Takalar akhirnya diputuskan menaikkan status penyelidikan dugaan pemotongan dana BOP Pendidikan Agama,” tutur Kajari Takalar, Salahuddin melalui Kasi Pidsus, Herdiawan Prayudi, Jumat (9/4/2021).

BACA JUGA : PSM Makassar Gagal ke Babak Final Piala Menpora 2021

Dana BOP ini diketahui bersumber dari Kementerian Agama (Kemenag) pada Tahun anggaran 2020 untuk disalurkan ke 109 TPA/TPQ untuk memutus penyebaran virus Corona (Covid-19).

“Bantuan dari Kemenag RI itu dikirim ke rekening masing-masing lembaga untuk tahun 2020 penyalurannya dilakukan 4 tahap. Setiap TPA/TPQ menerima senilai Rp10 juta kemudian dana itu dipotong mulai dari Rp500 ribu, Rp1,5 juta hingga Rp4 juta,” tambah Kasi Pidsus Kejari Takalar, Suwarni Wahab.

Dilakukan penyidikan ini setelah ditemukan dugaan awal terjadinya dugaan Tindak Pidana Korupsi yang disertai ditemukannya dua alat bukti dalam penanganan perkara tersebut.

“Saat ini Tim Penyidik sudah terbentuk berdasarkan Sprint-02/P4.32/Fd.1/04/2021 tertanggal 08 April 2021,” tambahnya.

Berkomentar dengan bijak!