Temukan Kami di Sini:

Kebut Vaksin di Jeneponto Masih Rendah, Masyarakat Takut?

0
Kebut Vaksin di Jeneponto Masih Rendah, Masyarakat Takut?
Kebut Vaksin di Jeneponto Masih Rendah, Masyarakat Takut?

SUARATURATEA.COM – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Jeneponto, Sulawesi Selatan melakukan pencanangan kebut vaksin beberapa waktu lalu. Program ini dilakukan untuk memikat antusiasme masyarakat.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Protpim) Jeneponto, Mustaufiq mengatakan, kebut vaksinasi ini rupanya berjalan rendah. Terbukti, selama 2 pekan terakhir masih banyak warga yang belum mau ikut untuk di vaksin.

“Namun 2 pekan berjalan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pelaksanaan vaksinasi covid-19 di Jeneponto. Saat ini yang baru mencapai 13 persen secara keseluruhan jumlah sasaran masyarakat wajib vaksin,” ujarnya kepada wartawn. Senin, (23/8/2021).

BACA JUGA: Petugas Damkar di Selayar Ramai-ramai Seruduk Kantornya, Ternyata Anggaran Pos 8 Tak Cair

Kurangnya kesadaran masyarakat akan vaksinasi, kata Mustaufiq, membuat Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar mengambil beberapa langkah cepat. Salah satunya adalah sosialisasi.

“Langkah telah Pemda lakukan, diantaranya melakukan sosialisasi ke setiap kecamatan bersama TNI dan Kepolisian dengan menggandeng bhabinsa serta babinkantibmas,” jelasnya.

Bukan hanya itu, pemkab Jeneponto juga telah mengelurkan surat edaran (SE) yang diperuntukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). ASN diminta untuk melampirkan kartu vaksin tiap pengurusan administrasi kepegawaian.

BACA JUGA: Ditangkap, Ini Identitas Pengemudi Fortuner Berpelat Polri yang Tabrak Lari

“Berikutnya kita akan sasar lagi pada masyarakat umum yang masuk pada sasaran vaksin,” ungkapnya.

Mantan eks wartawan kampus ini mengaku bahwa dasar pelaksanaan vaksinasi tersebut tertuang dalam peraturan presiden (Perpres) nomor 14 tahun 2021.

“Tentang pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi pada pasal 13 A ayat 2 bahwa setiap orang yang ditetapkan sebagai sasaran penerima vaksin wajib mengikuti vaksinasi. Dan pada ayat 4 tercantum sanksi yakni penundaan/penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial, serta penundaan dan penghentian layanan administrasi pemerintahan,” terangnya.

BACA JUGA: 5 Ciri-ciri Pria yang Memiliki Good Attitude, Kamu Termasuk?

Aturan tersebut juga mengikat seluruh lapisan masyarakat. Olehnya itu, Iksan Iskandar mengajak warganya untuk sadar akan vaksinasi.

“Karena tidak ada pemerintah yang mau melihat masyarakatnya sakit atau mati karena virus, vaksinasi ini adalah upaya kita semua dalam memproteksi diri agar terhindar dari keterpaparan virus covid-19,” pungkasnya. (**)

Berkomentar dengan bijak!