Kasus Penembakan di Café Reski, Ini Kata Kapolres

0
Korban Penembakan Andi Burhan saat akan dievakuasi ke rumah sakit Bhayangkara Makassar

Aiman/Jurnalis

TURATEANEWS.com,JENEPONTO—Peristiwa penembakan seorang Panitera pengadilan Jeneponto yang  diketahui bernama Andi Burhan  (43)  beralamat jalan Pahlawan kelurahan  Empoang Selatan kecamatan  Binamu Kab. Jeneponto yang diduga dilakukan Kasat Narkoba Polres Jeneponto AKP AV,  Jumat (26/08) sekira pukul 02.30 Wita dini.

Awalnya korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit umum Jeneponto, Namun karena peralatan di rumah sakit tersebut kurang memadai, akhirnya atas permintaan kelaurganya, korban dirujuk ke rumah sakit Bhayangkara Mappaodang Makkasar.

Menurut informasi yang dihimpun wartawan, kejadian berawal ketika salah seorang pengunjung cafe reski jalan Lingkar kecamatan Binamu Bontosunggu, bernama Jufri lallo berteriak mencari orang pengadilan, karena korban Burhan, merasa pegawai pengadilan menghampiri lelaki Jufri lallo untuk mempertanyakan maksud mencari orang pengadilan.

“Ada yang berteriak mencari orang pengadilan jadi saya menanyakan kenapa mencari orang pengadilan, saya merasa keberatan karena menyebut nama instansi saya, dia berada di room 1 sementara kami di room 3, saat berteriak dia menggunakan pengeras suara,” tutur Burhan dirumah sakit siang tadi.

Sementara itu, salah satu sumber yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa saat Burhan memasuki room 1 cekcok mulut dengan lelaki Jufri Lallo, Karena Lallo ini berteriak teriak mencari orang pengadilan.

“saat cekcok Burhan menendang Lallo dibantu rekannya katanya bernama Bulu pak, karena Lallo teriak “Sebentar saya pukul orang semua disini mana orangnya itu pengadilan, saya mau pukul” dan kebetulan saat itu Kasat berada di lokasi berusaha membubarkan pertikaian itu dengan mengatakan “Bubar semua”,tuturnya

Tak lama kemudian Ia mendengar letusan dan melihat korban (Burhan) jatuh terkulai dan melihat paha kanan mengeluarkan darah.

Terpisah, Kapolres Jeneponto, AKBP Joko Sumarno, Sik, MH saat dikonfirmasi diruang kerjanya siang tadi membenarkan  kejadian tersebut, namun Ia menjelaskan kalau kejadian ini masih dalam penyelidikan.

“Kalau memang terbukti salah tembak atau lalai, personil tersebut pasti kami proses sesuai aturan yang berlaku, namun kalau tindakan anggota sudah sesuai prosedur tentu itu kami tak bisa tindak,” tutur Joko

Kapolres Jeneponto AKBP Joko Sumarno juga mengungkapkan akan membantu biaya pengobatan korban yang tertembak.

Baca Juga :

Pistol Dinas di Rampas, Yusuf Lapor Polisi

Polisi Tangkap Suami Istri Pengedar Narkoba Dan Seorang PNS

Polisi Ringkus Pembobol Kantor Dinas Kesehatan Jeneponto

Berkomentar dengan bijak!