Karlos : Ancam PAW, Bila Legislator PAN Jeneponto Mengendarai Trail

0
Ketua DPD PAN Jeneponto Syamsuddin Karlos

Krg Tawang / Jurnalis

TURATEANEWS.com JENEPONTO— Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Jeneponto memberikan warning kepada kadernya di DPRD, untuk menolak pengadaan 43 unit motor dinas trail yang diusulkan anggarannya ke dalam APBD 2016, oleh salah satu anggota legislatif Jeneponto. Rencananya motor tersebut akan diberikan kepada 40 anggota DPRD dan pegawai di sekertariat dewan.

Ketua DPD PAN Jeneponto Syamsuddin Karlos menegaskan, kepada empat kadernya di DPRD Jeneponto, tidak menerima motor dinas trail yang dianggarkan dalam APBD. Bila nantinya ada legislator PAN yang menerima motor trail itu, maka sanksi kita berikan kepada yang bersangkutan.

Baca : Wou, Legislator Terima Imbalan Motor Trail

“Saya telah menyampaikan kepada empat orang anggota fraksi PAN di DPRD. Mereka sepakat menolak pengadaan tersebut. Karena sudah ada di APBD, maka saya sampaikan barang siapa yang mengendarai trail itu. Kita berikan sanksi pemecatan dan PAW,” tegas Karlos kepada turateanews.com

Dia menambahkan, kader PAN harus lebih peka melihat kondisi daerah sekarang ini. Jangan karena ada pengadaan motor Trail DPRD lantas mau menerima barang tersebut. Saya berharap kepada legislator PAN, jangan terlalu mengejar suatu imbalan fasilitas seperti itu. Lebih Baik bekerja untuk kepentingan rakyat, kata Karlos.

Baca  : Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah, La Nyalla Menghilang

“Sekali lagi saya tegaskan, kalau anggota Fraksi PAN ambil itu motor. Kita lihat nanti, kalau saya tidak mampu pecat legislator PAN yang mengambil motor trail, maka saya yang akan mundur,” tegas mantan Wakil Ketua DPRD Jeneponto itu.

Fraksi PAN harus menolak anggaran untuk motor trail DPRD, tegasnya. Alasan utamanya, anggaran yang dikeluarkan terlalu tinggi, Rp 1,5 miliar. Sementara masih banyak agenda  yang harus diselesaikan. Seperti pembangunan infrastruktur yang harus dipercepat untuk pertumbuhan ekonomi. “Masih banyak pembenahan yang harus lebih diproritaskan daripada motor trail tersebut,” ujar Karlos.

Maka dari itu, kata Karlos, kami segenap pengurus menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat Turatea atas Kekhilafan anggota kami  di DPRD Jeneponto. Walaupun sebagian alasannya tidak mengetahui anggaran tersebut ada. Tetapi pandangan kami harus bertanggungjawab. Semoga tidak terulang lagi, kata anggota DPRD provinsi sulsel itu.

Sekedar diketahui, Jumlah kendaraan yang akan dibagikan kepada DPRD, dan sekertariat  dewan, sebanyak 43 unit motor. Setiap motor trail dianggarkan Rp 34.883. 720. Total  anggaran yang bersumber dari uang rakyat alias APBD tahun ini, senilai Rp 1.5 miliar.

Baca Juga  :

Penyerahan Hasil Aksi Galang Koin untuk Hutang Pemkab Jeneponto Ricuh di DPRD

Joko Sumarno : Terorisme Merupakan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan Dan Peradaban

 

 

Berkomentar dengan bijak!