Temukan Kami di Sini:

Kadisdikbud Jeneponto : Guru Harus Divaksin, Jika Tidak Sertifikasinya Tidak Cair

0
Kadisdikbud Jeneponto : Guru Harus Divaksin, Jika Tidak Sertifikasinya Tidak Cair
Kadisdikbud Jeneponto : Guru Harus Divaksin, Jika Tidak Sertifikasinya Tidak Cair

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Tenaga pendidik atau Guru di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan diimbau oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) agar tidak menolak vaksin, bahkan para guru yang menolak terancam sertifikasinya tidak cair.

Hal ini disebut sebelum pembelajaran tatap muka dibuka pada awal bulan Maret 2021 mendatang.

Kepala Dinas Disdikbud Jeneponto, Nur Alam Basri menjelaskan, vaksinasi merupakan salah satu cara menanggulangi pandemi Covid-19 untuk memulai pembelajaran tatap muka di sekolah.

BACA JUGA : Yes! Sekolah Tatap Muka di Jeneponto Buka Awal Bulan April 2021

“Iya guru-guru semua harus di vaksin baru bisa mengajar,” ujarnya kepada wartawan, Selasa, (16/3/2021) kemarin.

Dia meminta agar para guru mengikuti arahan dari pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19, khusunya terkait proses vaksinasi.

Dia menegaskan, bahwa sebelum mengajar sejumlah guru diwajibkan untuk menjalani vaksinasi.

Jika terdapat, lanjut Nuralam, guru yang menolak untuk divaksin maka mereka tidak diperbolehkan mengajar.

“Maka dia tidak akan mengajar, kalau tidak mengajar tidak cair sertifikasinya, pastilah karena tidak cukup jam mengajarnya,” tegasnya.

Dia mengatakan, bahwa vaksinasi untuk para guru bukan karena anjuran ataupun intruksi, melaingkan wajib.

BACA JUGA : Polisi: 14 Orang Dijadikan Tersangka Pembongkaran Makam Covid-19 di Parepare

“Harus ada bukan hanya anjuran dan intruksi tapi wajib. Tidak boleh mengajar kalau tidak di vaksin, nah kalau tidak mengajar berarti tidak terima sertifikasi, bukan saya yang tolak serfikasi mu, tapi kamu sendiri siapa suruh tidak mau vaksin kan begitu,” terangnya.

Olehnya itu, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan pihak Dinas Kesehatan untuk menyiapkan 3000 lebih vaksin. Vaksin ini berlaku di tingkat SD maupun SMP hingga Paud.

TONTON YOUTUBE :

“Target kita sampai 1 April, saya sudah bicara dengan Dinas Kesehatan tolong kuota untuk guru-guru, baik PNS maupun tenaga honorer itu sekitar 3000 lebih siapkan kuotanya untuk di vaksin sebelum kita tatap muka,” pintanya.

BACA JUGA : Bendungan Tanammawang di Jeneponto Diduga Dikerja Asal-asalan

Dengan begitu, wacana pembukaaan sekolah dan kegiatan belajar mengajar tatap muka di tengah pandemi Covid-19 bisa segera di buka.


Penulis : Ibnu Gaffar | Editor : Reza Demil

Berkomentar dengan bijak!