Temukan Kami di Sini:

Jokowi Beri Komentar Soal Satpol PP, Mardani Pukuli Pemilik Warkop di Gowa

0
Jokowi Beri Komentar Soal Mardani Pukuli Pemilik Warkop di Gowa
Foto: Jokowi saat memberikan tanggapan soal pemukulan yang dilakukan Mardani terhadap pasutri di Gowa. (YOUTUBE/SETPRES/SUARATURATEA.COM)

SUARATURATEA.COM, MAKASSAR – Buntut peristiwa oknum Satpol PP di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan terkait insiden penamparan terhadap pasangan suami istri disoroti Jokowi.

Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) menanggapi peristiwa kegaduhan Satpol PP di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.

Menurutnya, terjadinya peristiwa ini membuat masyarakat memanas hingga masyarakat menilai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini dianggap tidak kondusif dalam penerapannya.

BACA JUGA: VIDEO: Polisi Tetapkan “Saya Satpol Punya Kewenangan” Akhirnya Tersangka

“Saya kira peristiwa-peristiwa yang ada di Sulawesi Selatan, misalnya Satpol PP memukul pemilik warung (kopi). Apalagi ibu-ibu, ini untuk rakyat menjadi memanaskan suasana (PPKM),” kata Jokowi melalui siaran persnya di YouTube Sekretariat Presiden. Sabtu (17/7/2021).

Dia meminta agar Polri, Mendagri hingga Kepala Daerah menerapkan PPKM dengan tegas dan santun.

Selain itu penyekatan yang diberlakukan juga disoroti yang belakangan ini masih terus jadi kontroversi di masyarakat.

BACA JUGA: Ditetapkan Tersangka, Mardani Dijemput Polisi Gowa dan Dicecar 22 Poin Pertanyaan

“Mengenai penyekatan dan penanganan terhadap masyarakat, pedagang, PKL, toko. Saya minta kepada Polri, Mendagri, Kepala Daerah agar jangan keras dan kasar, tegas dan santun, sambil sosialisasi memberikan ajakan-ajakan sambil bagi beras,” ucap Jokowi.

Diketahui, oknum Satpol PP yang melakukan tindakan kekerasan adalah Mardani Hamdan.

Mardani Hamdan telah jadikan tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap pemilik warung kopi (Warkop) di Jalan Poros Panciro, Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa.

BACA JUGA: Satpol PP yang Tampar Pemilik Warkop di Gowa Dicopot dari Jabatannya

Kedua korbannya itu adalah pasangan suami istri, Nurhalim alias Ivan dan Maryana alias Amriana.

Kasus ini terus bergulir di meja hukum, atas tindakannya, Mardani juga dijatuhi sanksi pencopotan jabatan sebagai Sekretaris Satpol PP oleh Inspektorat Pemerintah Kabupaten Gowa. (**)

Berkomentar dengan bijak!