Jeneponto Operasi Bersinar, Tutup Ruang Gerak Sindikat Narkoba

0
Rapat kordinasi kesiapan pelaksana Operasi Bersinar di Polres Jeneponto Selasa 15 Maret 2016

Ibrahim/Jurnalis

TURATENEWS.com,JENEPONTO—Wakil Bupati Jeneponto Mulyadi Mustamu, sangat merespon dan sangat mengapresiasi kegiatan rapat koordinasi Operasi Bersinar dalam waktu dekat agar ruang gerak sindikat narkoba di Butta Turatea dapat diputus.

Lebih lanjut dia, mengajak kepada peserta rapat koordinasi agar kita merenungi data yang cukup mengkwatirkan ini bahwa dinegara ini, setiap hari 50 orang  meninggal dunia akibat barang haram ini.

Olehnya itu kita harus memiliki komitmen bersama, untuk memerangi narkoba dengan membangun sinergitas dalam upaya pencegahan peredaran narkoba, ungkap Mulyadi Mustamu pada rapat koordinasi dengan instansi terkait dalam rangkah Operasi Bersinar (Berantas Sindikat Narkoba) 2016 polres Jeneponto, dilaksanakan diruang pola Polres Jeneponto, Selasa (15/3/2016).

Hadir dalam kegiatan ini AKBP Joko Sumarno dan unsur Muspida lainnya, Kadispora Masri, Kabagkesra Salamuddin, instansi terkait dan stakeholder dibidang pencegahan Narkoba.

Menutup arahannya, Mulyadi Mustamu juga menyampaikan Insya Allah, tahun ini Jeneponto segera akan terbentuk BNK. Menurutnya jika ini sudah terbentuk maka  kedepan dampak pengedaran narkoba di Butta Turatea dapat diminimalisir ditahun tahun mendatang. Pasalnya lembaga ini akan memiliki perangkat organisasi dan anggaran dana dalam menjalankan tugas dan fungsinya kedepan, katanya.

Sementara itu Kapolres Jeneponto bahwa prgram Bersinar (Berantas Sindikat Narkoba) ini merupakan komitmen Polri dalam pemberantasan sindikat Narkoba sebab disadari sepenuhnya bahwa kondisi kekinian saat ini, secara nasional sudah sangat dikwatirkan. Menurutnya pelaku narkoba saat ini cenderung berapiliasi dengan komponen masyarakat untuk membuka ruang ruang baru ke daerah untuk pengedaran barang haram ini, kata Joko Sumarno.

Lanjut dia katakan bahwa kegiatan Bersinar ini akan berlangsung selama satu bulan 15 maret s/d 15 april 2016. Kegiatan ini menjadi strategis dan merupakan tindak lanjut dari perintah presiden, dan perintah rengulasi tentang pemberantasan sindikat narkoba.

Olehnya itu dalam realisasi kegiatan ini akan dilaksanakan sosialisasi dengan melibatkan institusi terkait dengan harapan masyarakat akan lebih memahami dampak dari narkoba. Selain itu upaya untuk mendorong penguatan hukum bagi pelaku sindikat narkoba agar lebih  jera dan diberi hukuman setimpal, ujar kapolres Jeneponto.

Menurutnya  pemberantasan narkoba tidak akan maksimal jika hanya penegak hukum saja, karena prilaku sindikat juga menggunakan modus yang dapat mengelabui petugas. Olehnya itu untuk mendorong pengungkapan yang lebih epektif maka harus dilakukan sinergitan dengan instansi dan stakeholder, sesuai arahan bapak presiden dalam pencegahan dampak narkoba ini, kata kapolres.

AKBP Joko Sumarno juga mengungkap rasa prihatin jika harus menindak anak yang masih duduk dibangsu sekolah seperti anak SD, SMP dan SMA, dengan hanya coba coba mengkomsi yang akhirnya jika keenakan akan menjadi pengedar, olehnya prilaku anak anak kita harus diawasi dan diwaspadai disekitar lingkungan kita, katanya.

Menutup arahannya dia berharap agar Jeneponto terhindar barang haram ini, maka potensi karakter dan budaya kekeluargaan dapat berperan penting menjadi informan. Selain itu satgas,ops, stakeholder, penegak hukum dan instansi terkait dapat berperan menutup ruang gerak sindikat yang akan masuk ke daerah ini, kata Joko Sumarno.

 

Baca Juga :

Bupati Bakal Menyuap DPRD Jeneponto Dana Aspirasi Rp 1 Miliar Perorang 

Kejati Tahan Mantan Anggota Dewan, “Takut” Kini Tolak Dana Aspirasi

Anggota Dewan Wajib Terima Aspirasi

Kejati Tingkatkan Proses Dana Aspirasi DPRD ke Pengadilan Tipikor

Kejati Sulselbar Diduga “Setengah Hati” Ungkap Korupsi Dana Aspirasi DPRD Jeneponto

Berkomentar dengan bijak!