Temukan Kami di Sini:

Jeneponto Bakal Terapkan PPKM Skala Mikro, Dua Kecamatan Ini Masuk Zona Hijau

0
Berang, Ini Alasan Bupati Jeneponto Usir Tiga Kepala OPD Saat Rapat
Foto: Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar saat memimpin coffe morning. | (ISTIMEWA)

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Bupati Iksan Iskandar mendadak menggelar pembahasan soal penanganan covid-19 di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, pihaknya berencana bakal menerapkan PPKM Skala Mikro.

Dalam rapat yang dilakukan ini menghadirkan para pimpinan, baik dari DPRD, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkoimda).

Dalam pembahasannya ia melakukan koordinasi terpadu serta membuat rencana strategis dan terukur untuk penanganan covid-19 yang terjadi di Wilaya Jeneponto.

BACA JUGA : Astaga! 20 TKA Tiongkok Tiba di Sulsel Tak Kantongi Izin Kerja

Sementara data zonasi yang dirilis tim satgas covid Kabupaten Jeneponto, dari sebelas kecamatan, setidaknya ada sembilan wilayah yang masuk kategori zona kuning.

“Dua diantaranya disebut berkategori zona hijau atau aman. Kedua wilayah itu adalah Kecamatan Rumbia dan Kecamatan Turatea,” kata Iksan Iskandar. Selasa (6/7/2021).

Kata dia, perilisan data ini berdasrkan data yang komprehensif untuk mengantasipasi kemungkinan terjadinya penambahan lonjakan kasus yang positif.

BACA JUGA : Ternyata Almarhuma Artis Jane Shalimar Pernah Jadi Bintang Film Uang Panai Maha(R)L

Iksan menegaskan, bahwa untuk mencegah penyebaran dan lonjakan kasus covid perlu adanya langkah taktis strategis dengan mengoptimalkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro.

Rencana PPKM berskala Mikro itu disebut bakal diterapkan di sebelas kecamatan yang tersebar di Jeneponto. Tentunya dengan melibatkan unsur tripika di masing-masing wilayah kecamatan.

“Dalam penerapan PPKM berskala mikro nantinya, saya meminta setiap desa atau kelurahan dapat memaksimalkan posko tanggap Covid-19, Posisi posko ini menjadi bagian upaya pemerintah menanggulangi penyebaran di wilayah hulu” ujar bupati.

BACA JUGA : Viral, Warga di Bangkala Jeneponto Adu Mulut dengan Petugas Kesehatan, Ini Penyebabnya

Selain itu, tambah Iksan, posko tersebut juga dapat berperan aktif sebagai pendamping mencari data covid melalui pengawasan aktivitas masyarakat sekaligus fasilitas kesehatan di tingkat desa/kelurahan seperti puskesmas.

“Artinya harus ada posko di desa yang mendampingi puskesmas untuk mencari data covid melalui pengawasan. Beberapa kasus Covid-19 di Jeneponto membuat pemerintah terus bergerak dengan membenahi permasalahan yang ada di hulu” jelas Bupati dua periode ini.

Meski demikian, pembenahan ini bukan saja menjadi tanggung jawab petugas kesehatan, melainkan membutuhkan lapisan kerjasama oleh stakeholder.

| VIDEO NEWS: 

“Karena itu, kita harus intervensinya sampai ke daerah yang paling jauh, sampai ke masyarakat pedesaan, Maka dibuatlah sekarang programnya PPKM berskala mikro. Jangan sampai kita bekerja pada saat semua terjadi, lebih baik mencegah dari sekarang” tegasnya.

Terpisah, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto daeng pasewang mengaku siap jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan kasus positif

“Tim kami terus bekerja, Untuk ketersediaan tempat tidur pasien, pentilator, CT scan, regen, APD dan obat-obatan semua telah siap” tambah Bustamin. (**)

Berkomentar dengan bijak!