Temukan Kami di Sini:

Jauh dari Tagline ‘Gammara’, Warga Bulu Jaya Bangkala Teriak Butuh Pengaspalan

0
Jauh dari Tagline 'Gammara', Warga Bulu Jaya Bangkala Teriak Butuh Pengaspalan
Foto: Jalanan rusak di Bulu Jaya, Bangkala Barat dikeluhkan Masyarakat. (ISTIMEWA)

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Tagline ‘Gammara’ di Kabupaten Jeneponto hingga saat ini masih dipertanyakan. Pasalnya, masih ada jalan yang mengalami rusak parah.

Jalanan yang rusak itu berada di Lingkungan Butta Pase’reang, Kelurahan Bulu Jaya, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto.

Jalanan di kampung itu mengalami rusak parah, selain itu tak ada pengerasan bahkan juga di sebut jalanan ‘Sapi’.

BACA JUGA : BREAKING NEWS: Pebulu Tangkis Legenda Indonesia, Markis Kido Meninggal Dunia

Warga setempat mengeluh, pemerintah Kabupaten Jeneponto saat ini belum ada itikad baik untuk melakukan perbaikan bahkan pengaspalan.

Jalan rusak itu diperkirakan sepanjang 10 kilometer. Sepanjang jalan, dipenuhi bebatuan yang ukurannya bervariasi.

Salah satu warga, Hendra mengatakan jalan tersebut sudah rusak sejak lama. Hingga sekarang, belum pernah disentuh oleh pemerintah.

“Sudah lama itu rusak, sampai sekarang belum pernah di aspal,” kata Hendra.

BACA JUGA : Prajurit TNI AU Berpangkat Pratu di Lampung Tertembak Senjata Sendiri

Disisi kiri dan kanan jalan, pengendara atau pengemudi hanya merasakan gundukan tanah dan berlubang.

Kendaraan roda dua dan empat ketika melintas harus berhati-hati.

Selain itu juga banyaknya bebatuan yang runcing membuat mereka harus berhati-hati untuk menghindari kebocoran ban.

Diketahui jalan yang rusak ini menghubungkan antar desa dan kelurahan lain, juga diketahui jalan ini merupakan akses utama untuk menuju jalan raya Poros Jeneponto-Takalar.

BACA JUGA : Insiden Berdarah di Gowa, Pria 54 Tahun Ditebas

Hendra menyebut, jalan itu makin berbahaya jika memasuki musim penghujan karena jalan menjadi licin dan berlumpur.

“Kalau hujan licin sekali jalannya. Susah motor lewat, biasa juga orang jatuh,” jelasnya.

Dia berharap jalan tersebut segera diperbaiki pemerintah. Hendra khawatir kerusakan jalan tersebut memakan korban.

“Harus diperbaikilah ini. Bahaya ini,” pungkasnya. (*)

Berkomentar dengan bijak!