Jamaah An-Nadzir di Gowa Sambut Bulan Suci Ramadan Besok

0
Jamaah An-Nadzir di Gowa Sambut Bulan Suci Ramadan Besok
Foto: Pimpinan Jamaah An-Nadzir sekaligus Ketua Tim 9, Ustad M Samiruddin Pademmui saat melakukan musyawarah

SUARATURATEA.COM, GOWA – Secara serentak, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan melakukan pengamatan hilal secara serentak di Indonesia pada tanggal 12 April 2021 Senin mendatang.

Pengamatan hilal itu untuk menentukan awal Ramadhan 1442 Hijriah.

Meski demikian, jamaah An-Nadzir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan terlebih dahulu melakukan pengamatan jelang menyambut bulan suci Ramadhan.

Musyawarah ini dihadiri tim 9 yang merupakan tim pemantau bulan. Kesembilan tim ini masing-masing menyampaikan hasil pantauan mereka terkait tanda-tanda masuknya 1 Ramadan.

Ketua Tim 9, Samiruddin Pademmui mengatakan, dari musyawarah tersebut, pihaknya menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 11 April 2021 besok.

“Alhamdulillah kita telah mengambil satu kesimpulan dan mengambil satu ketetapan InshaAllah besok tanggal 11 April hari ahad, An Nadzir puasa dengan niat menyambut datangnya Ramadan 1442 Hijriah,” kata Ustad Samiruddin yang ditemui pasca melaksanakan musyawarah.

Ustad Samiruddin menjelaskan jika ada sejumlah parameter yang menjadi acuan. Diantaranya tetap mengacu pada dalil-dalil, alquran dan hadis, berdasarkan Ilmu Alquran.

“Kemudian yang paling penting bahwa, kita dalam memantau bulan ini senantiasa terlebih dulu menentukan purnama 14, 15, 16, dan disitulah kemudian kita melakukan star sampai kemudian menentukan tiga hari terakhir pada 27,28,29, lalu dipadukan dengan fenomena alam dan tanda terakhir itu biasanya Pasang puncak air laut atau Kondak sebagai tanda terakhir pergantian bulan,”jelas Pimpinan Jamaah An Nadzir Gowa ini.

Ustad Samiruddin juga mengatakan, jika penentuan 1 Ramadan berdasarkan pantauan panitia 9 terkait sejumlah fenomena-fenomena alam.

“Biasanya secara alami dan Sunnatullah itu ketika hujan, angin kencang, ada guntur dan ada kilat dan yang terakhir itu adanya pasang puncak air laut. Mengapa terjadi, karena pada saat itu antara bumi, matahari dan bulan berada pada garis horizontal sehingga terjadi gaya gravitasi yang menghasilkan pasang air laut atau Kondak itu,” demikian Ustad Samiruddin.

Berkomentar dengan bijak!