Jalan Hotmix Buruk, Panja DPRD Jeneponto Desak BPKP Audit Investigasi

0

Krg. Lomba/Jurnalis

TURATEANEWS.com,JENEPONTO—Panitia Kerja (Panja) LKPJ Bupati 2015, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jeneponto meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Wilayah Sulsel , tidak hanya melakukan pemeriksaan administrasi proyek pekerjaan jalan tahun 2015 lalu. Tetapi juga melakukan audit investigasi proyek pengaspalan jalan hotmix yang bermasalah, atau sudah banyak yang terbongkar akibat asal jadi dikerjakan.

Ketua Panja LKPJ DPRD Jeneponto Andi Baso Sugiarto mendesak BPKP untuk turun melakukan audit invetigasi. Alasanya banyak proyek pengaspalan jalan tahun 2015 lalu yang  selesai dikerjakan bermasalah ditemukan oleh anggota Dewan saat melakukan reses  di setiap kecamatan.

“Pengaspalan jalan hotmix poros Bontorappo, Tolo dan Embo belum setahun setelah dikerjakan sudah rusak parah. Hanya membuang-buang anggaran daerah saja,” ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jeneponto itu.

Proyek tersebut belum terlalu dinikmati masyarakat sudah rusak, kualitasnya sangat rendah. Anggaran yang digunakan sangat mubazir karena pengaspalan jalan dikerjakan asal jadi. Kualitasnya pengaspalan tahun lalu kurang bagus, karena pengaspalan jalan hotmix dibeberapa titik di kerjakan pada saat hujan turun, ujarnya.

Untuk itu, kata dia, BPKP jangan cuma memeriksa administrasi penyelesaiaan pekerjaan proyek jalan. Tapi saya minta BPKP turun melakukan audit investigasi lapangan melihat kondisi pengaspalan jalan tahun 2015 lalu, sudah rusak, ujar Andi Baso Sugiarto.

“Saya menduga BPKP melakukan persengkongkolan dengan Pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Jeneponto, hanya memeriksa administrasi proyek saja, tanpa melakukan audit investigasi lapangan,” ujarnya. Jika kualitasnya bagus, maka pengaspalan hotmix disejumlah ruas  bisa bertahan lima tahun sampai  10 tahun. Tapi ini, tidak bertahan setahun sudah rusak,” tegas Andi Baso Sugiarto.

Seringnya muncul persoalan proyek yang tidak beres, tidak sesuai dengan bestek, proyek amburadul proyek yang molor itu tidak lain  karena dampak adanya dugaan kuat adanya setoran pihak pelaksana proyek dalam mendapatkan proyek tersebut.

Baca Juga :

Tak Ada Anggota Dewan, Pengunjuk Rasa Rusak Fasilitas Kantor DPRD Pare-Pare

Batang Pohon Asam Patah, Jalan Poros Bontorannu Macet

Kadis PU Jeneponto Berharap warga ikut mengawasi pengerjaan proyek

Berkomentar dengan bijak!