Istana Kerajaan Gowa Surati Pemkab Mempawah, Makam Putri Sultan Hasanuddin Bakal Dibongkar

0
Istana Kerajaan Gowa Surati Pemkab Mempawah, Makam Putri Sultan Hasanuddin Bakal Dibongkar
Istana Kerajaan Gowa Surati Pemkab Mempawah, Makam Putri Sultan Hasanuddin Bakal Dibongkar

SUARATURATEA.COM, GOWA – Kabar buruk dari para keluarga istana Kerajaan Gowa, Sulawesi Selatan, pasalnya wacana penggusuran makam I Fatimah dan Daeng Talibe di Pulau Takontu, Kabupaten Mempawah agar ditelaah ulang.

Bukan tanpa alasan, dua makam yang berada di Pulau Takontu itu ada pasangan suami istri dan merupakan pejuang dari masa penjajahan Belanda dahulu.

Makam I Fatimah diketahui adalah putri dari raja Gowa yang ke-16, Sultan Hasanuddin dari Kerajaan Gowa, Sulawesi Selatan.

BACA JUGA : Makam Putri Sultan Hasanuddin di Kalbar Akan Dibongkar, Ini Ketegasan Andi Kumala Idjo

Sorotan itu datang dari Raja Gowa ke-38, Andi Kumala Idjo. Dia menuturkan agar pihak Pemerintah Kabupaten Gowa dengan Mempawah untuk menjalin komunikasi agar makam itu tidak digusur oleh salah satu pihak.

“Tentu ke depan kerjasamaa Pemkab Gowa dengan Mempawah untuk melakukan revitalisasi makam beliau, karena lokasi ini sudah ditetapkan dan luas lokasi ini sekitar 50 x 50 meter,” kata Andi Kumala Idjo kepada wartawan di Balla Lompoa.

Kendati demikian, pihaknya juga akan memilih untuk melakukan persuratan lantaran ini adalah salah satu perhatian khusus bagi keluarga kerajaan yang melawan penjajah Belanda dahulu.

BACA JUGA : INGAT! Kuota CPNS Pemprov Sulsel Tahun 2021 Sebanyak 8.738, Begini Rinciannya

“Olehnya, kami sudah kirim surat ke bupati Mempawah untuk jadi perhatian kita semua” tambah Andi Kumala Idjo.

Selain itu kata dia, lokasi makam putri Sultan Hasanuddin ini telah masuk dalam cagar Budaya pada tahun 2000. Jika nantinya kasus ini tidak terbendung, ini dijadikan salah satu perhatian serius, apalagi makam tersebut telah resmi masuk dalam cagar budaya.

“Kita sangat prihatin kalau memang itu terjadi. Tapi dengan koordinasi, alhamdulillah sudah ada titik terang bahwa memang sejak tahun 2000 makam beliau masuk cagar budaya,” tandasnya.

BACA JUGA : Masjid Ini di Makassar Ternyata Khusus Kaum Adam, Begini Sejarahnya!

Dugaan sementara, polemik tersebut bermula dari rencana pendirian mushala di kawasan tersebut tanpa sepengetahuan pemilik tanah.

Meski polemik tersebut demikian, mushala yang akan didirikan disebut juga berjarak cukup jauh dari lokasi makam perempuan pejuang ini.

Berkomentar dengan bijak!