Investigasi : Skandal Terminal Karisa Jeneponto (2)

0
Lokasi pemadatan dan penimbunan Terminal Karisa Jeneponto

Bagian Dua

Tim Investigasi/Jurnalis 

“Tidak ada yang Mark Up, itu sudah sesuai dengan anggaran penimbunan, bahkan sudah melampaui,”

TURATEANEWS.com,JENEPONTO—Pejabat Pembuat Komutmen (PPK) Proyek penimbunan terminal pasar Karisa, H Hasanuddin menyangkal adanya Mark Up anggran pengerjaan pemadatan dan penimbunan terminal pasar karisa pada tahun anggaran 2015 lalu, Jumat (04/03/2016).

“Tidak ada yang Mark Up, itu sudah sesuai dengan anggaran penimbunan, bahkan sudah melampaui,” kata Hasanuddin saat ditemui di kediaman kadis perhubungan kemarin Kamis 03/02, pukul 12.45 wita.

Dia juga mengatakan, terkait isu yang berkembang, tentang rekanan pengerjaan  CV Wawan Putra. Adalah proyek penunjukan langsung (PL) dilaksanakan oleh H Hambali untuk penimbunannya dengan anggaran sebesar 198.700.000.

Kemudian dengan proyek yang sama, namun nilai anggarannya cukup besar Rp 676.375.000. Itu dilakukan tender, kata Hasanuddin. Pemenang proyek tersebut Cv Lima Lima Group yang dikuasakan dari pemiliknya berdomisili di Makassar, untuk mengerjakan proyek penimbungan terminal pasar Karisa.

Bahkan dia mengakui,  ada perubahan isi draf DPA SKPD yang sebelumnya pembangunan Terminal Karisa menjadi Pemadatan dan penimbunan Terminal Karisa, telah disahkan DPRD Jeneponto yang dilakukan oleh oknum pejabat yang diduga telah merubahnya. Sudah ada perubahan ketika saya dimutasi ke dinas perhubungan yang sebelumnya saya berkantor di dinas pekerjaan umum (PU) Jeneponto.

Untuk lebih jelanya, kata dia, silahkan hubungi Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Jeneponto Basir Rewa. Karena dia yang mengetahui semuanya. Bukan kesalaham kami, ujar Hasanuddin.

 

Berita Terkait  :

Investigasi : Skandal Terminal Karisa Jeneponto (1) 

Polres Setengah Hati Usut Dugaan Markup dan Pemalsuaan DPA Terminal Karisa 

Berkomentar dengan bijak!