Temukan Kami di Sini:

Insentif Nakes Belum Dibayarkan, Ketua DPRD Jeneponto Angkat Bicara

0
Insentif Nakes Belum Dibayarkan, Ketua DPRD Jeneponto Angkat Bicara
Ketua DPRD Jeneponto, H Ariufudin. | [SUARATURATEA.COM/IBNU GAFFAR]

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO — Hingga saat ini, insentif tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas menangani pasien Covid-19 di sejumlah Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Lanto dg Pasewang Jeneponto tak kunjung cair.

Alih-alih mendapatkan insentif, mereka bahkan telah berjuang selama pandemi ini belum juga merasakan gajinya. Bupati Jeneponto berang melihat kondisi yang dihadapi tenaga kesehatan ini.

Bahkan kata Bupati dua Periode Jeneponto, Iksan, kasian para nakes yang menangani Covid-19 itu sejak September 2020 lalu hingga saat ini belum merasakan gaji insentif.

BACA JUGA: Heboh! Guru di Jeneponto Tiba-tiba Jatuh Sakit Usai Disuntik Vaksin

“Karena petugas ini kasian sudah jenuh juga sejak bulan 10 tahun 2020 belum dapat apa-apa. Makanya segera dicairkan,” kata Iksan Iskandar.

Sementara itu, Arifuddin selaku Ketua DPRD Jeneponto mengemukakan, tenaga kesehatan ini harus mendapatkan dukungan dari berbagai stakeholder.

“Dukunglah nakes dengan cara insentifnya segera dibayarkan, bukan dengan tulisan-tulisan (karangan bunga). Kasihan nakes, belum terima insentif mulai September sampai sekarang,” jelas ketua DPRD Jeneponto H. Arifuddin. Senin, (26/07/2021).

BACA JUGA: Orang Tua Marah, Jenazah Pasien Covid-19 di Gowa Diduga Ditelantarkan

Menurut dia, pihaknya berani mengatakan seperti ini karena beberapa hari yang lalu, dirinya berkeliling ke sejumlah puskesmas yang membuka pelayanan hingga 24 jam.

“Salah satu yang dikeluhkan para nakes di puskesmas adalah insentif belum dibayar,” ujarnya.

Dia mencontohkan, kasus ini terjadi di Puskesmas Tamalatea yang menjadi sasaran pantauannya.

BACA JUGA: Fakta-fakta Pintu Masuk Rumah Penghafal Al-Quran Ditutup Legislator PAN Pangkep

“Insentif mereka di bulan September 2020 belum di bayarkan Sedangkan insentif mulai awal tahun 2021 belum juga dibayar,” tambahnya.

Untuk itu, lanjut dia, tidak cukup memberikan semangat kepada nakes dengan kata-kata atau tulisan bahkan dalam bentuk karangan bunga sekalipun. Harapan untuk memberikan semangat para tenaga kesehatan hanya bisa kembali seperti dengan cairnya insentif mereka.

“Mereka (nakes) ini bekerja taruhannya nyawa. Akan tidak manusiawi ketika Rumah sakit sebesar Lanto Daeng Pasewang dan sejumlah puskesmas buka 24 jam namun insentifnya itu belum di bayarkan,” terangnya.

BACA JUGA: Terdakwa Gubernur Nonaktif Nurdin Abdullah Didakwa Maksimal 20 Tahun Penjara

Dia berharap, pemerintah dalam hal ini yang menangani administrasi pencairan anggaran bisa segera tuntas dalam waktu dekat ini.

“Terkait itu, semoga secepatnya anggaran tersebut (insentif) nakes bisa terwujudu atau cair untuk kembali menyemangati para nakes kita yang berjuang,” pungkas Arifuddin. (*)

Berkomentar dengan bijak!