Temukan Kami di Sini:

Imbas Pilkades, Pemilik Lahan Minta Warga Bongkar Rumah

0
Rumah Daeng Liwang yang membongkar rumahnya diduga akibat tak memilih pemilik lahan

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO- Insiden pembongkaran rumah warga kembali terjadi pasca pilkades serentak di Kabupaten Jeneponto.

Peristiwa itu terjadi di Dusun Pandang-pandang, Desa Palajau, Kecamatan Arungkeke, Jeneponto, Sulawesi Selatan. Rabu (17/11/2021).

Namun, pembongkaran kali ini berbeda dengan peristiwa yang terjadi Dusun Kapita, Desa Punagayya, Bangkala. Selasa (16/11/2021) kemarin.

Dimana, pembongkaran rumah itu hanya dilakukan oleh sang pemiliknya sendiri.

Hal itu dibenarkan Kapolsek Arungkeke, AKP Muh Adam saat ditemui dilokasi kejadian.

Menurut cerita Basaring Daeng Liwang (sang pemilik rumah) itu bukan pembongkaran melainkan inisiatifnya sendiri.

” Dia (pemilik Rumah) hanya dengar cerita bahwa disuruh bongkar oleh sang pemilik lahan Harianto Toto dengan Daeng Sewang,” ujar AKP Muh Adam.

Sehingga pemilik rumah membongkar karena tak ingin ada sengketa dengan pemilik lahan.

” Jadi dia (Liwang) untuk menghindari permasalahan dia dengan sukarela¬† bersama keluarganya membongkar sendiri. Dan ini informasi bukan dari Harianto Toto dengan Sewang yang menyuruh,” jelasnya.

Pembongkaran itu diduga atas imbas dari indikasi pilkades serentak beberapa hari lalu

Pemilik lahan merasa tidak didukung namun kenyataannya Liwang (pemilik rumah) mengaku saat pemilihan dirinya tetap memilih dia (pemilik lahan).

” Namun, pemilik lahan tak percaya jika Liwang memilih dia karena suara yang diperoleh Harianto Toto di TPS Pandang-pandang hanya 155 suara tidak sesuai dengan target 200 suara,” terangnya.

Saat dikonfirmasi balik apakah ada provokator yang mendalami kejadian ini.

” Untuk sementara kami belum bisa pastikan hal itu. Karena kami bicarakan hal ini sebelumnya. Hanya kemungkinan ada yang melapor jika suara tak sesuai dengan warga yang tinggal diatas lahan milik kita,” ucap Muh Adam.

Adapun yang terancam di bongkar oleh pemilik lahan berjumlah sekitar 20 hingga 23 rumah.

” Namun sampai sekarang baru satu rumah.selebihnya belum dibicarakan ke beliau. Jadi kita belum bisa pastikan berapa jumlah rumah yang akan dibongkar,” tambahnya.

Meski demikian, peristiwa ini akan diupayakan oleh pihak kepolisian untuk bernegosiasi dengan pemilik lahan.

” Kalau pun dibongkar maka kita akan meminta waktu. Bahkan kita usahakan tidak dibongkar,” pungkasnya.

Berkomentar dengan bijak!