Identitas Mayat Pria 52 Tahun di Jeneponto Terungkap, Polisi Ungkap Kronologinya

Identitas Mayat Pria 52 Tahun di Jeneponto Terungkap, Polisi Ungkap Kronologinya
Identitas Mayat Pria 52 Tahun di Jeneponto Terungkap, Polisi: Korban Diduga Sakit Perut

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Identitas jenasah pria yang ditemukan warga di samping sumur pasar Pokobulo, Desa Bangkalaloe, Kecamatan Bontoramba, Jeneponto, Sulawesi Selatan terungkap.

Mayat pria itu ditemukan pada Senin, (22/3/2021) sekira pada pukul 08.30 wita pagi tadi.

Kasubbag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul Regama mengatakan korban bernama Bohari bin Halik berusia 52 tahun.

BACA JUGA : BREAKING NEWS: Mayat Pria di Jeneponto Ditemukan Tergeletak di Samping Sumur

“Namanya Bohari, warga setempat,” jelas Syahrul.

Syahrul menjelaskan, bahwa korban selama ini tinggal seorang diri. Korban diduga mengalami gangguan jiwa.

“Berdasarkan keterangan saksi, Hasna bertemu dengan korban di TKP dan melihat korban sementara buang air besar (BAB) sambil memegang perutnya,” sebut Syahrul.

Korban sempat menyampaikan kepada Hasna, tambah Syahrul, bahwa korban sedang sakit perut.

BACA JUGA : Innalillah, Pendiri Mapala UI Herman Lantang Tutup Usia

Sementara saksi bernama Tina sedang berada berjalan menuju ke sumur untuk mencuci pakaian dan mengaku melihat korban sedang mengambil air  yang ada di ember di sekitar sumur.

“Dia, melihat korban sedang mandi tidak lama kemudian terlihat , korban terjatuh dengan posisi tiarap di pelataran sumur dan setelah diperiksa korban sudah meninggal dunia,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan saksi, pihak keluarga membeberkan bawah korban memang sering mengalami sakit perut, sehingga korban diduga meninggal karena mengalami sakit perut yang kambuh.

BACA JUGA : Wabup Gowa Diduga Penggalangan Dana Pesantren dan Yayasan, Faktanya?

“Bahwa benar ditubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, pihak keluarga korban telah menerima dengan ikhlas kematian korban, korban adalah mati wajar karena pada saat dimandikan tidak ada tanda-tanda kekerasan dan meminta agar tidak dilakukan autopsi,” pungkasnya.

Berkomentar dengan bijak!