Temukan Kami di Sini:

Hujan-hujanan dan Diselimuti Kabut, Upacara HUT-RI di Gunung Bontolojong Jeneponto

0
Hujan-hujanan dan Diselimuti Kabut, Upacara HUT-RI di Gunung Bontolojong Jeneponto
Seperti yang berlangsung di Gunung Bontolojong, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto pada Selasa (17/8/2021).

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT-RI) yang ke-76 tahun 2021 telah tiba dan ditunggu-tunggu oleh masyarakat tanah air.

Berbagai cara, masyarakat Indonesia melakukan perayaan momentum peringatan 17 Agustus tahun 2021 kali ini. Salah satunya dengan mengibarkan sang saka merah putih di atas gunung.

Seperti yang berlangsung di Gunung Bontolojong, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto pada Selasa (17/8/2021).

Kepala Desa Ujung Bulu, Mansyur mengatakan, momentum peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-76 tahun ini, kali pertama dilakukan di atas gunung Bontolojong oleh masyarakat.

Menariknya, upacara penaikan bendera merah putih ini diselenggarakan di tengah guyuran hujan. Antusias masyarakat tak mengurungkan niatnya meski cuaca hujan dan diselimuti embun di lokasi.

“Tahun ini adalah tahun pertamakali kita melakukan upacara penaikan bendera di atas gunung Bontolojong ini, dan melibatkan banyak orang,” kata Mansyur kepada Suaraturateacom.

Dia mengaku, kondisi cuaca yang kerap berubah-ubah ini, baginya itu adalah salah satu tantangan untuk membakar jiwa-jiwa nasionalis masyarakat Ujung Bulu dan pelajar terhadap Negara Indonesia. Apalagi, kata dia, momentum ini adalah untuk memperingati sebagai lahirnya hari proklamasi sejak 1945 silam.

“Ini adalah momok yang paling berharga, untuk kita, untuk masyarakat Indonesia, dan untuk semua yang ada di lokasi ini adalah yang memiliki jiwa-jiwa Nasionalis yang tinggi. Menggelar upacara meski hujan,” ungkap Mansyur.

Sementara itu, pihaknya melibatkan pelajar sebagai pasukan pembawa da pengibaran bendera merah putih. Pelajar yang dilibatkan itu adalah mereka yang tergabung dalam gerakan Praja Muda Karana (Pramuka).

Saat ditanya soal melibatkan Pramuka sebagai peran utama menjadi pasukan 17 Agustus 2021 ini, Mansyur menjelaskan, bahwa Pramuka adalah sebagai agen perubahan di tengah gagap gempita masyarakat.

“Alasan melibatkan anak-anak Pramuka itu, kita tahu, kondisi di sini adalah alam terbuka untuk dilakukan pengibaran bendera. Pramuka itu juga adalah jiwa muda yang suka berkarya. Maka dari itu kita libatkan, apalagi saat ini Kiprah Pramuka sudah 60 tahun. Kemarin (14/8/2021) adalah hari lahirnya Pramuka,” terangnya.

Berkomentar dengan bijak!