Hubungan Antara Sifat Perfeksionis dan Sifat Pemalas

0
Sebar Video Mesum 43 Detik, Karyawan Ini Dibui 2,5 Tahun
Ilustrasi (freepik/rawpixel)

SUARATURATEA.COM – Di dalam kehidupan sosial, kamu pasti sering menemukan orang dengan kepribadian dan karakter yang berbeda-beda. Setiap orang punya sudut pandang dan cara masing-masing saat menghadapi sebuah masalah. Seringkali, kita menganggap orang lain terlihat sangat sempurna, padahal mereka juga punya kekurangan.

Salah satu sifat yang membuat pemilikinya terkesan sangat sempurna adalah sifat perfeksionis. Sifat ini dapat terbentuk akibat berbagai macam faktor, baik faktor internal ataupun eksternal. Jika kamu terbiasa dididik sejak kecil untuk melakukan segala sesuatu dengan sempurna, maka hal ini bisa tertanam dengan kuat di dalam dirimu.

Biasanya para perfeksionis baru menyadari sifat perfeksionisnya setelah mereka diberi tahu oleh orang lain. Selama ini mereka menganggap apapun yang dilakukan adalah hal wajar. Bahkan, sebagian besar orang perfeksionis merasa dirinya hanyalah orang yang malas dan suka menunda-nunda pekerjaan.

Seharusnya, sifat perfeksionis dan sifat pemalas adalah dua hal yang saling bertolak belakang. Apalagi orang perfeksionis dianggap memiliki ciri-ciri penuh semangat, rajin, dan disiplin. Sedangkan, orang pemalas sering membuang-buang waktu tanpa melakukan aktivitas apapun.

Akan tetapi, ternyata sifat perfeksionis dan sifat pemalas adalah dua hal yang saling berkaitan. Sebab, orang perfeksionis selalu menunggu saat yang tepat agar situasi terasa sangat sempurna. Daripada mencoba dan gagal, mereka lebih memilih untuk menunda pekerjaan.

Pada akhirnya, orang perfeksionis malah tidak melakukan apa-apa dan memunculkan sifat pemalas. Rasa malas akan semakin kuat jika orang perfeksionis sadar kalau pekerjaannya tidak akan memberikan hasil yang sempurna. Jika terus memaksakan diri, biasanya pekerjaan akan berhenti di tengah jalan dan tidak akan selesai.

Nah, itu dia hubungan antara sifat perfeksionis dan sifat pemalas. Sebenarnya keduanya merupakan bagian dari gangguan mental yang diakibatkan oleh rasa pesimis akan diri sendiri. Jadi, coba lebih percaya pada diri sendiri dan jangan takut akan penilaian orang lain.

Berkomentar dengan bijak!