Hingga Malam, Aksi Unras RUU Omnibus Law di Unismuh Makassar Memanas

0
Hingga Malam, Aksi Unras RUU Omnibus Law di Unismuh Makassar Memanas
Suasana terkini di depan Unismuh Makassar

SUARATURATEA.COM, MAKASSAR –Situasi di wilayah Sultan Alauddin Kota Makassar, tepat di Kampus Universitas Muhammadiyah  (Unismuh) Makassar, kembali memanas.

Meski sebelumnya, massa aksi penolakan RUU Omnibus Law dengan aparat kepolisian sempat bersitegang.

Beberapa jam pasca kondusif, suasana kembali memanas, hingga mahasiswa dipukul mundur oleh aparat.

Tak sedikit mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kampus Unismuh berhasil diamankan dan dibawa menuju Polsek Rappocini.

Aparat kepolisian yang dari berbagai sektor ini terus melakukan upaya pengamanan.

Saat ini kelompok mahasiswa dan melakukan tindakan anarkis dari arah dalam kampus, mereka melempar batu mengarah aparat dibalik pagar kampus.

Sebelumnya, sebanyak 30 orang mahasiswa massa aksi demontrasi penolakan RUU Omnibus Law Cilaka, kini diamankan pihak kepolisian.

Hal itu saat sejumlah mahasiswa menggelar aksi disepanjang jalan protokol Provinsi, Sultan Alauddin Kota Makassar.

Penangkapan terhadap 30 orang ini disampaikan langsung Kapolsek Rappocini, Kompol Andi Azhari.

“Sejauh ini sudah 30 orang yang diamankan di sektor Sultan Alauddin,” kata Kapolsek. Rabu (8/10/2020) malam.

Semuanya para mahasiswa yang telah diamankan itu dibawa ke Mapolrestabes Makassar.

Sementara itu hingga pukul 11.29 malam, situasi di lokasi terpantau polisi masih melakukan pengamanan.

Sebelumnya diketahui, Massa aksi aliansi gabungan di Kota Makassar, dipukul mundur oleh aparat kepolisian.

Bahkan sejumlah mahasiswa jatuh tersungkur di jalan saat dibubarkan polisi di depan kantor Mapolsek Rappocini Kota Makassar

Pasalnya sejumlah mahasiswa sebelumnya melakukan aksi penolakan RUU Omnibus Law di sejumlah titik di kota Makassar.

Beberapa diantaranya mahasiswa diamankan polisi sebelum dilakukan pembubaran paksa didepan Mapolsek Rappocini.

Hal itulah para aksi demontrasi ini meminta rekannya agar dilepas untuk kembali bergabung.

Hingga kini Rabu (8/10/2020) malam, dipantau Suaraturateacom pukul 21.00 Wita polisi melakukan penyisiran dan mengambil sejumlah mahasiswa digiring ke Mapolsek Rappocini.

Penulis : A. Syahrul Khair
Editor    : Reza Demil

Berkomentar dengan bijak!