Temukan Kami di Sini:

Hina Tulisan Jurnalis, Akun Facebook Riswan Dy di Polisikan Wartawan

0
Pupung saat melaporkan kasus penghinaan beritanya

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO- Sejumlah jurnalis di Kabupaten Jeneponto mendatangi Kantor Mapolres Jeneponto. Jumat, (22/10/2021).

Mereka melaporkan Riswan Dy salah satu pemilik akun sosial media facebook.

Riswan Dy diduga terbukti menulis nada penghinaan dibawah kolom komentar bertuliskan.

“Entah apa yg merasuki mu jurnalis…tiang listrik sja keberatan, Tp sygx anda belum mensyukuri nikmat dari tiang listrik tersebut….jelas berita mu sampah,”

Pada berita yang berjudul, ” Tiang Listrik PLN Jeneponto di Keluhkan Karena Berada di Tanah Milik Warga Sudah Kerap di Lapor Tapi Tak di Respon di group Facebook INFO KAB. JENEPONTO.

Alhasil, Pupung dkk langsung merespon dan melaporkan akun itu kepihak ke Polisian.

“Berdasarkan nada dikolom komentar,  Riswan Dy terbukti menghina hasil karya jurnalistik pada media online miliknya,” ujarnya saat ditemui.

Menanggapi hal itu, Ketua Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Jeneponto Arifuddin Lau menyayangkan hal tersebut.

Akibatnya menimbulkan kegaduhan dan membuat profesi jurnalis geram.

“Ada cara-cara lain, kalau pun merasa dirugikan atas perilaku atau tindakan oknum wartawan, dapat ditempuh jalur yang lebih beretika atau dengan tindakan yang elegan,” jelasnya.

Terlebih lagi akun itu menganggap karya jurnalistik adalah sampah.

Lebih jauh Arifuddin, akun itu sengaja dan penuh kesadaran, menulis di kolom komentar yang isinya kami anggap menghina karya jurnalistik.

“Ketika dia menyebut karya jurnalistik itu sampah, maka itu adalah masalah yang menimbulkan kegaduhan para insan pers dan menghambat kerja-kerja para jurnalis yang diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” tandasnya.

Selain bernada penghinaan, Arifuddin menyebut jika akun itu bisa dijerat kasus pencemaran nama baik.

“Sesuai Pasal 310 KUHP, Pasal 315 KUHP (penghinaan) dan atau pasal 27 ayat (3) tentang UU ITE,” bebernya.

Olehnya itu, ia berharap polisi dapat segera menindaklanjuti laporan yang telah dilayangkan.

“Tim hukum JOIN akan mengawal kasus ini sampai mendapatkan kepastian hukum. Semoga hal serupa tak terulang lagi,” pungkasnya. (**)

Berkomentar dengan bijak!