Temukan Kami di Sini:

Hendak Memancing, Pria di Takalar Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Kampung Beru

0
Hendak Memancing, Pria di Takalar Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Kampung Beru
Hendak Memancing, Pria di Takalar Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Kampung Beru

SUARATURATEA.COM, TAKALAR – Nasib nahas menimpa pria berusia 25 tahun, pria bernama Rijal Andriani ini meninggal dunia karena tenggelam saat memancing.

Rijal meninggal dunia saat memancing di Perairan Kampung Beru, Desa Pallakang, Kecamatan Galerong, Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan. Selasa (21/9/2021) kemarin.

Korban yang tenggelam ini berhasil ditemukan oleh Tim Sar Gabungan yang melakukan pencarian hingga pada Rabu (22/9/2021).

BACA JUGA: Perlahan Menemui Titik Terang, Kematian Dandi Korban Pesugihan di Gowa Diduga Karena Hantaman Benda Tumpul
BACA JUGA: PT Primanru; RSUD Jeneponto Enggan Bayar Utang

Penemuan korban ini dibenarkan oleh Kepala Basarnas Sulsel, Djunaidi yang menerjunkan personelnya ke lokasi kejadian.

“Menjelang siang korban ditemukan oleh Tim Sar Gabungan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar 200 meter dari lokasi tenggelam,” ungkap Djunaidi.

Sebelumnya, Rijal dinyatakan tenggelam saat hendak memancing bersama rekannya. Namun, Rijal dikabarkan tidak lagi kuat berenang hingga korban akhirnya tenggelam.
Tim Rescue Basarnas Sulsel diterjunkan sejak dini hari menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.

Proses pencarian berlanjut hingga pagi hari dengan menyelam di sekitar lokasi yang menjadi dugaan korban tenggelam. Setelah dilakukan pencarian selama beberapa jam, korban berhasil ditemukan sekitar 200 meter sudah tidak bernyawa.

BACA JUGA: Kebakaran Rumah di Jeneponto, Nenek 76 Tahun Nyaris Jadi Korban
BACA JUGA: Ada Apa, BI Kunjungi Kabupaten Jeneponto?

“Korban selanjutnya dievakuasi ke rumah duka untuk diserahkan ke pihak keluarga,” terangnya.

Atas kejadian ini, Kepala Basarnas Sulsel mengimbau kepada masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi keamanan dan keselamatan saat akan beraktifitas di lokasi perairan.

“Sekali lagi, kami mengharapkan masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi keamanan dan keselamatannya saat beraktifitas di laut untuk menghindari risiko fatal”, tegas Djunaidi. (**)

Berkomentar dengan bijak!