Hari Buruh Internasional, Gerak Misi Gowa Minta Hak Buruh Terpenuhi

0
Hari Buruh Internasional, Gerak Misi Gowa Minta Hak Buruh Terpenuhi
Hari Buruh Internasional, Gerak Misi Gowa Minta Hak Buruh Terpenuhi

SUARATURATEA.COM, GOWA – Sejumlah aktivis Mahasiswa dan Pemuda yang tergabung dalam Gerakan Rakyat & Mahasiswa Indonesia (GERAK MISI) melakukan aksi unjuk rasa peringati Hari Buruh Internasional. Sabtu (01/05/2021).

Aksi unjuk rasa ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional yang setiap tahunnnya diperingati 1 Mei.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan di Batas Kota Gowa-Makassar.

Aktivis Gerak Misi melakukan aksi unjuk rasa ini guna melihat kilas balik nasib rakyat Indonesia secara kolektif, dan dalam hal ini buruh pada khususnya, seperti tahun-tahun sebelumnya, Hari Buruh selalu diperingati oleh GERAK MISI, aksi ini pun masih menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19.

Milnia Dewi, selaku Jendral Lapangan yang bertanggung jawab dalam aksi unjuk rasa ini menyayangkan masih banyaknya ketimpangan sosial dan ketidakadilan yang terjadi pada lingkup masyarakat.

Menurutnya, kerap kali hak-hak buruh masih saja tidak dipenuhi, kepentingan yang seharusnya diberikan tidak sesuai dengan regulasi dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

“Buruh adalah komponen krusial yang menjalankan roda perekonomian yang ada dalam suatu negara, bagaimana nasib dan kepentingan buruh kemudian akan berdampak besar bagi keberlangsungan Indonesia, kebijakan pemerintah mestinya pro terhadap buruh.” Ujar Milnia Dewi, salah satu aktivis perempuan dalam orasi ilmiahnya.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan ini meminta agar mengedepankan kesejahteraan buruh yang selama ini masih jadi dambaan bagi jutaan rakyat Indonesia.

Apalagi kata dia, di era pandemi Covid-19 seperti sekarang ini buruh tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup, maka dari sebab itu pemerintah yang bertanggung jawab terhadap kepentingan rakyat, mestinya memberikan solusi yang efektif.

Selain berbicara tentang pentingnya kesejahteraan buruh, aktivis ini juga menyorot kebijakan kontroversial pemerintah yang dianggap bersifat eksploitatif terhadap kepentingangan rakyat.

Seperti yang tertera di dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja, pasalnya UU ini terdapat poin-poin seperti merosotnya pesangon, jam kerja yang terlalu padat, upah yang tidak sesuai, outsourcing, cuti, jaminan sosial dll.

Konten yang ada dalam UU No. 11 Tahun 2020 ini dianggap tak mewakili kepentingan buruh, maka dari itu GERAK MISI menganulir UU tersebut dan mendesak pemerintah untuk kembali menggunakan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, karna dianggap lebih relevan dengan nasib buruh kini.

“Pola investasi dengan dalih mempermudah ekspansi usaha, aksebilitas yang membuat pekerja asing diberikan kursi kelas eksekutif dibanding pekerja lokal, sangat meresahkan, jangan sampai ini adalah skema yang dibangun oleh kelas borjuasi untuk mematikan kepentingan rakyat Indonesia, wujudkan kesejahteraan buruh!” tambah Saiful, selaku Koordinator Lapangan dalam orasinya.

Meski sempat bersitegang antara massa aksi dan aparat kepolisian, hal itu membuat arus lalu lintas Gowa-Makassar nyaris lumpuh total, berselang beberapa menit aksi unjuk rasa kembali dilanjutkan.

“Ini bukti bahwasanya kami dari Gerakan Rakyat & Mahasiswa Indonesia (GERAK MISI) Sangat menggebu dan kami tidak akan berhenti memperjuangkan kepentingan rakyat kolektif, maka akan menjadi martir yang terus melawan penindasan, menolak perbudakan” tegas Milnia Dewi.

Berkomentar dengan bijak!