Temukan Kami di Sini:

Harapan Jeneponto Keluar dari Daerah Tertinggal di Depan Mata, Investasi CDIA Siap Bekerja

0
Harapan Jeneponto Keluar dari Daerah Tertinggal di Depan Mata, Investasi CDIA Siap Bekerja
Foto: Bupati Jeneponto ikuti virtual CDIA untuk memaparkan langkah strategis pembangunan di Jeneponto. (ISTIMEWA)

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar mengikuti virtual Cities Development Initiative For Asia (CDIA).

Virtual ini berlangsung di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Rabu (14/7/2021).

“Sebagai penghubung utama antara dunia usaha dan pemerintah, dinas PTSP memiliki komitmen untuk mendorong investasi langsung, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, melalui penciptaan iklim investasi yang kondusif,” kata Kadis PTSP Jeneponto, Meryani.

BACA JUGA: Mantap Jiwa, Dan SSK TMMD Selayar Bagi Masker Gratis untuk Warga

Virtual yang diikuti Bupati antara CDIA dengan dinas PTSP Jeneponto ini sebagai mediator membangun tema “Preparing Bankable and Sustainable Infrastructure Project”.

Arti tema itu adalah Mempersiapkan Proyek Infrastruktur yang Bankable dan Berkelanjutan.

Bupati tampak didampingi pejabat tinggi daerah serta mitra lainnya untuk mendukung rencana pekerjaan fisik yang diusulkan oleh CDIA di bawah studi persiapan proyek (PPS) untuk Proyek Pembiayaan Tambahan Air Minum, Sanitasi dan jalan raya.

BACA JUGA: Tranding di You Tube, Lirik Lagu Milik BTS – Life Goes On

“Kita berharap agar CDIA dapat memberikan perhatian kepada Jeneponto, khususnya di bidang pengadaan Air bersih, sanitasi dan jalan,” ungkap Iksan.

Menurut Iksan, beberapa tahun belakangan ini, Jeneponto sudah keluar dari status daerah yang tertinggal, apalagi di Sulawesi Selatan.

Hal ini membuat stakeholder membangun komunikasi dengan pihak CDIA untuk memberikan peluang pembangunan di Butta Turatea ini.

BACA JUGA: Album Sang Juara, Lirik Lagu Memikirkan Dia – Seventeen

“Beberapa tahun lalu Jeneponto keluar dari predikat daerah tertinggal, pemerintah saat ini fokus dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur,” ujar bupati

Diketahui, CDIA ini merupakan sebagai lembaga pengelola corporate social responsibility (CSR) dari beberapa lembaga pembiayaan, termasuk Bank Pembangunan Asia (ADB).

Dalam kegiatan virtual itu, Manajer Program CDIA, Neil Chadder mengaku sangat tertarik kepada Indonesia, apalagi Kabupaten Jeneponto.

BACA JUGA: Tindakan Keji Aco Tega Menghabisi Nyawa Daeng Jalling di Makassar

Sebagai langkah awal, pihaknya akan fokus melakukan pembangunan infrastruktur yang menunjang kesejahteraan masyarakat

Ia juga menambahkan, bahwa kehadiran CDIA adalah bentuk kolaborasi dalam mendorong upaya berkelanjutan pemerintah untuk memodernisasi infrastruktur lebih khusus penyediaan Air, sanitasi dan jalan.

“Komponen tambahan akan mendorong upaya berkelanjutan pemerintah untuk memodernisasi infrastruktur penyediaan air, sanitasi dan jalan raya (WSS) mereka,” ungkap Neil Chadder.

BACA JUGA: “Tombak” Kebahagiaan dari Tangan Ajun Inspektur Polisi Satu di TMMD Selayar

Kabupaten Jeneponto juga diketahui adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang masih minim akan sumber daya airnya. Olehnya itu, pihak CDIA akan menggagas program ini untuk kepentingan masyarakat.

“Sangat penting untuk memastikan bahwa penduduk Jeneponto diberikan pasokan air, layanan sanitasi dan jalan raya yang lebih efisien dan andal yang diperlukan untuk melawan penyakit dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” tambahnya

Investasi prioritas dari CDIA itu disebut adalah penyediaan air bersih, rehabilitasi sumur, penguatan saluran air, rehabilitasi stasiun pompa dan waduk, pembentukan daerah meteran Kabupaten, dan pembelian peralatan operasi dan pemeliharaan.

BACA JUGA: Turut Berduka Cita, Innalillah, Istri Gubernur Sultra Tutup Usia

Sebelumnya, pada tahun 2018, CDIA mendukung kota dalam mempersiapkan proyek prioritas. Serangkaian intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan pasokan air, meningkatkan layanan sanitasi di beberapa kota di Asia.

Bank Pembangunan Asia (ADB) telah melanjutkan proyek prioritas melalui investasinya di Proyek Penyediaan Air dan Sanitasi Dushanbe (DWSSP) dengan total $41,22 juta. Ini menyumbang 55% dari intervensi yang diusulkan CDIA.

Studi persiapan proyek PPS yang sedang berlangsung, tambah dia, itu sudah berjalan di beberapa negara bertujuan untuk mencakup sisa proyek prioritas untuk memastikan bahwa sistem air sepenuhnya telah direhabilitasi dan diperluas.

BACA JUGA: Danrem 141 Toddopuli, Brigjen TNI Djashar Djamil; Terima Kasih Masyarakat Kampung Bitombang-Tola

Virtual ini juga langsung dihadiri oleh Kepala dinas Kominfo H. Manrancai Sally, Kepala dinas perhubungan Aspa Mudji, Kadis PUPR Jeneponto, DR. Alfian Afandi Syam.

Serta Kabag Protpim Mustaufik, dan Sekretaris Dinas PTSP, Ahmad Nurhadi Syuaib. (**)

Berkomentar dengan bijak!