Temukan Kami di Sini:

Hamil 9 Bulan, Pemuda Ini Tega Injak dan Bunuh Kekasihnya

0
Hamil 9 Bulan, Pemuda Ini Tega Injak dan Bunuh Kekasihnya
Hamil 9 Bulan, Pemuda Ini Tega Injak dan Bunuh Kekasihnya

SUARATURATEA.COM, SEMARANG – Agung Dwi Saputro, pemuda asal Surakarta berusia 18 tahun tega bunuh kekasihnya sendiri berinisial SN, 23 tahun.

Agung merupakan salah seorang warga Randublatun, Blora, di De Kost Eksklusif di Jalan W.R, Supratman Simongan,

Saat dihadirkan polisi, tersangka, Agung hanya bisa tertunduk di Polrestabes Semarang pada Minggu 22 Agustus 2021.

Selain itu, korban juga mengalami luka pada bagian belakang kepala akibat benturan benda keras. Menurut polisi, pelaku juga diduga tega menginjak bagian dada dan perut korban yang kondisinya dalam keadaan hamil 9 bulan.

BACA JUGA: Ditangkap, Ini Identitas Pengemudi Fortuner Berpelat Polri yang Tabrak Lari
BACA JUGA: Hidup Sebatang Kara, Nenek Hasiah di Selayar Tak Pernah Rasakan Bantuan Pemerintah

Kapolretabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan peristiwa pembunuhan terhadap Silvi Ayu Nugraha (23) tersebut terungkap, setelah polisi menemukan sejumlah kejanggalan pada tubuh korban berdasarkan hasil autopsi.

Menurut dia, tewasnya wanita asal Randublatung, Kabupaten Blora itu terungkap, setelah pemuda yang tega bunuh kekasihnya sendiri sempat meminta bantuan tetangga indekosnya karena korban tidak sadarkan diri.

Kejadian itu, kata dia, kemudian dilaporkan kepada polisi yang dilanjutkan dengan autopsi. “Dari hasil autopsi diketahui korban diduga mati lemas karena ada tekanan kuat di mulutnya,” kata Irwan, Ahad (22/8/2021).

BACA JUGA: Urus Administrasi Harus Ada Surat Vaksin, Bupati Iksan: Kalau Kau Tidak…
BACA JUGA: Inilah Deretan Misteri Gunung Bawakaraeng yang Dijuluki ‘Mulut Tuhan’ dari Gowa

Atas dasar petunjuk tersebut, polisi meringkus tersangka yang sudah hampir setahun tinggal bersama korban di tempat indekos tersebut.

Hasil pemeriksaan, pemuda asal Kota Solo yang bekerja sebagai pengumpul barang rongsokan itu, mengaku emosi karena korban menolak menggugurkan kandungannya.

Kisah asmara keduanya ini bermula dari pertemuan di Kota Solo, namun tidak mendapat restu orang tua akibat perbedaan usia keduanya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 338 dan atau Pasal 440 KUHP tentang Pembunuhan. (**)

Berkomentar dengan bijak!