Temukan Kami di Sini:

Gunakan Anggaran Milyaran, Proyek “Taman Turatea”Tak Gunakan Perbup

0
Taman Turatea Jeneponto dalam tahap pengerjaan

Krg Lomba/Jurnalis

TURATEANEWS.com,JENEPONTO–Proyek Taman  kota Turatea “Kabonga”  yang menggunakan anggran APBN sebesar  Rp. 4.272.900.000  dikerjakan  kontraktor PT. Palindo Inti Nusantara dengan konsultan pendamping CV. Erliguaz Utama,   menjadi sorotan masyarakat di Kabupaten Jeneponto. Pasalnya, beberapa pengerjaannya tak sesuai betek.

Sebelumnnya,  puluhan  mahasiwa yang tergabung dalam Lembaga Pengkajian.Pemberdayaan Potensi.Daerah  (LP3D) melakukan unjuk rasa di gedung DPRD Jeneponto, Sulawesi selatan Kamis (28/06/2016) lalu,  mereka melakukan aksi terkait penggunaan anggaran sebesar 4 milyar untuk   taman Turatea Ka’bonga yang tidak transparan.

Baca : Unjuk Rasa, Pembebasan Lahan Taman Ka’bonga, “Telan Anggaran 4 Milyar”

Budiman Tompo Ketua lembaga pengkajian.pemberdayaan potensi.daerah (LP3I)  menuturkan kalau pembangunan  Taman kota  Turatea Kabongan Bontosunggu kecamatan Binamu dikerjakan asal asalan dan tidak sesuai bestek, bahkan tidak didukung dengan Peraturan Bupati (Perbup).

Pemasangan Pondasi Penahan Kolam Taman tanpa galian

“Waktu kami menanyakan perbup proyek taman kota Turatea, kepada ketua DPRD Jeneponto dia tidak mengetahu  kalau harus ada Perbup, bahkan ketua DPRD  kalau  tidak mengetahui klasifikas pembangunan taman itu. Dan dia juga   tidak punya kewenangan mengawasi apalagi mencampuri dengan alasan menggunakan dana APBN” kata Budiman

Baca : Sejumlah Proyek APBN Terancam Dihentikan, Terkait Pemangkasan Anggaran Tahap Dua

Budiman  menambahkan,, kalau ketua DPRD Jeneponto  Muh. Kasmin Makkamula berjanji akan memanggil  kepala SKPD yang terlibat dalam  proyek serta kontarktornya,

“Dia meminta waktu 14 hari, artinya  tanggal 12 Agustus, kami sudah mendengan jawaban, dan jika ketua DPRD tidak bisa menjelaskan hasil pertemuan mereka, kami akan turun dengan  aksi yang lebih besar,”pungkasnya

Baca Juga :

Anggaran APBN 2016 Kembali Dipangkas, Senilai Rp 133,8 Triliun

BPKP Temukan Kelompok Nelayan Penerima Bantuan Hibah Fiktif di DKP Jeneponto

 

Berkomentar dengan bijak!