Temukan Kami di Sini:

Gegara Utang Piutang Jadi Penyebab Pria Duel Senjata Tajam di Sidrap

0
Gegara Utang Piutang Jadi Penyebab Pria Duel Senjata Tajam di Pinrang
Gegara Utang Piutang Jadi Penyebab Pria Duel Senjata Tajam di Pinrang

SUARATURATEA.COM, SIDRAP – Video aksi duel maut pria viral di media sosial. Kedua pria itu melakukan aksi saling serang menggunakan senjata tajam.

Menanggapi kejadian itu, salah seorang pelaku duel senjata tajam di badan jalan berhasil dibekuk.

Motif aksi duel maut yang terjadi di Sidenreng Rappang (Sidrap) Sulawesi Selatan ditengarai persoalan utang piutang.

BACA JUGA : Penyerang Liverpool Mohamed Salah Dicoret dari Daftar Skuat Mesir

Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Arham Gusdiar, membenarkan pihaknya telah mengamankan satu orang pelaku dalam duel senjata tajam dalam video viral tersebut.

“Terkait video yg berdar, Sdh ada laporan masuk, terkait pengancaman, Untuk terlapor sdh diamankan,” kata Arham.

Sementara itu, kasus ini masih terus dilakukan penyelidikan. Pihaknya masih mendalami terkait kebenaran utang piutang kedua yang bersangkutan.

BACA JUGA : Puluhan Tahun Terisolir, Pedagang di Kampung Tola Senang dan Bahagia Satgas TMMD Buka Jalan

“Ya, hasil interogasi sementara seperti itu, masalah utang piutang sekitar Rp20 juta. Motifnya karena salah satu pihak (pelapor) mempunyai utang pinjam uang kepada terlapor, kemudian terlapor mendatangi pelapor untuk menagih utang, kemudian terjadi cekcok,” ujarnya.

Arham menjelaskan, pria berinisial L sebelumnya pernah meminjam uang kepada B. Selanjutnya, B datang menagih kepada L.

Namun terjadi cekcok di antara keduanya hingga berujung duel senjata tajam di tengah jalan dan sempat membuat panik warga sekitar.

BACA JUGA : Meninggal Dunia Karena Covid-19, Profil dan Kisah Perjalanan Hidup Jane Shalimar

Momen duel maut itu kememudian diabadikan oleh warga hingga akhirnya video tersebut viral di jagat media sosial.

“Inisial L melaporkan kejadian ini ke polisi terkait tindakan pengancaman yang dilakukan oleh B. Sekarang sudah ditangani,” pungkasnya. (*)

Berkomentar dengan bijak!