Gegara Jalan Terhambat, Anggota DPRD Jeneponto Aniaya Warga

0
Ilustrasi

Awi/Jurnalis

TURATEANEWS.com,JENEPONTO—Aksi preman dilakukan oknum anggota DPRD Jeneponto terhadap seorang warga Dusun Kulanga, Desa Bulo Bulo Kecamatan Arungeke di di dusun Sanbone Bone, desa Palajau, kecamatan Arungkeke.

Hanapi Sewang Oknum Anggota Legislatif dari partai PAN tersebut, selain diduga melakukan penganiayaan dengan memukul kepala Firman (41 Tahun) menggunakan sarung parang, Hanapi Sewang juga mengancam korban dengan parang terhunus.

Akibatnya, korban kini mengalami pusing pusing dan sesekali muntah akibat menderita luka memar dan lebam di bagian kepalanya.

Kejadian ini terjadi kemarin, Minggu Pagi sekira pukul 10.00 wita,

Diceritakan korban, Peristiwa tersebut berawal saat Hanapi Sewang bersama dengan sejumlah warga hendak ke empang milik anggota legislator tersebut.

“Lokasi empang berada di Dusun Sanbone bone, namun kendaraan yang ditumpanginya tiba tiba saja terhenti lantaran satu unit alat berat milik PT. Sukses Persada tengah mengerjakan sebuah lahan untuk dibuka areal pertambakan udang,”tutur Firman korban penganiayaan kepada turateanews.com

Tak ingin menunggu lama, sang legislator itu pun langsung menegur dan dengan suara lantang memaki maki operator alat berat.

Melihat hal tersebut, korban yang saat itu berada di lokasi berusaha meyakinkan Hanapi Sewang, jika operator alat berat hanya pekerja yang menjalankan tugas dari pemilik lahan Yudding Daeng Na’bi yang menyewa alat berat untuk membuka areal tambak udang.

“Janganki itu yang pekerja kita marai karaeng, karena dia itu kodong tidak tau masalah, kita tanyaki Yudding, karena dia yang sewa alat berat itu,” ujar Firman saat itu kepada Hanapi Sewang.

Namun penjelasan yang dilontarkan Firman tidak diterima baik oleh sang Legislator. Parang yang masih terbungkus sarung dan sedari tadi dalam genggaman, Hanapi Sewang langsung diarahkan ke kepala Firman. Tidak sampai disitu saja, usai memukul kepala Firman, korban pun tidak dapat berbuat banyak saat Hanapi Sewang menghunus parang dari sarungnya dan mengacungkan ke arah Firman.

“Setelah saya dipukul, Hanapi Sewang langsung mencabut parangnya dan mengancam saya akan diparangi jika banyak bicaraku,” jelas Firman.

Korban juga mengaku sudah melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polisi.

“Sudahmi saya laporkan ke polres Jeneponto sekaligus menyerahkan hasil visumnya,” Jelas Firman dihadapan sejumlah wartawan.

Karena lanjut korban, tindakan yang dilakukan terhadap dirinya merupakan tindakan kriminal murni sehingga wajib dipertanggungjawabkan di depan hukum,” tegasnya.

Terpisah, Kepala SPKT IPDA Jabal Nur yang menerima Laporan korban dengan nomor lp/384/X/2016/SPKT, membenarkan adanya laporan polisi yang dibuat korban di Polres Jeneponto. “laporannya sudah kami ambil, dan dalam waktu dekat ini penyidik akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap terlapor tersebut,” pungkas Jabal.

Baca Juga :

Setelah Menjalani Pemeriksaan, “Noldi” Oknum Satpol-PP Ditahan Polisi

Setelah Buron, Pelaku Busur Tanrusampe Tertangkap

Pasca Pertikaian Oknum Satpol PP dan Polisi, Kapolres Jeneponto Kumpulkan Anggotanya

Berkomentar dengan bijak!