Temukan Kami di Sini:

Gaptek, 40 Anggota DPRD Jeneponto Tak Mampu Fungsikan Laptop

0
Ilustrasi

Krg. Lomba/Jurnalis

TURATEANEWS.com,JENEPONTO–Pengadaan laptop untuk 40 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jeneponto diakhir tahun 2015 ternyata belum mampu difungsikan sesuai tujuannya alias Gagap Teknologi (Gaptek).  Padahal, laptop dibeli menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah(APBD) Pokok tahun 2015 lalu.

Pengadaan tablet bagi 40 anggota DPRD Jeneponto bertujuan untuk memaksimalkan kerja-kerja dewan, dan mengefesienkan anggaran untuk pengadaan salinan foto copy draf di setiap pembahasan rapat. Hanya saja, kondisi itu berbanding terbalik dengan realitas yang terjadi di dewan.

Dalam setiap agenda pembahasan, baik membahas RAPBD, Ranperda, dan pembahasan lainnya di gedung DPRDJeneponto, ternyata laptop tersebut tidak pernah difungsikan legislator dalam rapat-rapat. Melainkan barang yang dibeli, notabene uang APBD tahun anggaran 2015 lalu, diberikan kepada keluarga mereka.

Baca : Tak Punya Malu, Anggota DPRD Lama Membawa Lari Laptop

Uang rakyat yang telah dihabiskan kalangan legislator yang berjumlah 40 orang, senilai Rp 220.000.000. Setiap laptop dihargai Rp 5.500.000 perunitnya. Namun 40 Laptop yang diperuntukkan untuk menunjang kinerja anggota DPRD tidak mampu difungsikan alias Gaptek.

Aliansi Jurnalis televisi Turatea, Agung mengungkapkan, Pengadaan laptop bagi kalangan DPRD Jeneponto sah-sah saja untuk mempelancar kinerja mereka. “Asal laptop tersebut digunakan mereka.Bukan digunakan untuk kepentingan keluarga mereka,” ujar Agung. Sama saja dengan pemborosan anggaran.

Sangat kita sayangkan, Jika laptop tidak difungsikan oleh kalangan DPRD, itu namanya pemborosan anggaran, pengadaan laptop hanya untuk melengkapi barang private legislator.

“Kita bercermin dari pengadaan laptop pada periode lalu, legislator lama tidak ada yang mengembalikan. Padahal itu masuk dalam aset daerah,” katanya

Baca : Unjuk Rasa, Pembebasan Lahan Taman Ka’bonga, “Telan Anggaran 4 Milyar”

Menurutnya, laptop hanya besar menfaatnya untuk kepentingan pribadi dan sekadar menguntungkan legislator. Jika dibanding tujuannya untuk mendukung peningkatan kinerja anggota dewan, ternyata sangat jauh dari harapan. “Kita bisa lihat buktinya, kinerja dewan tidak ada peningkatan, masih sangat rendah. Kalau dilihat di tahun 2015 lalu hanya beberapa perda yang dihasilkan,” ujarnya.

Kasubag Rumah Tangga dan Perlengkapan Sekeretariat DPRD Jeneponto, Rusman Ummang mengakui, 40 laptop yang kita adakan tahun 2015 lalu, belum  difungsikan  bagi kalangan anggota DPRD Jeneponto. Malah kata dia, saat rapat pembahasan DPRD barang tersebut tidak pernah difungsikan.

Padahal, Mereka dibelikan laptop untuk menunjang kinerjanya. Artinya, mereka tidak lagi membuka- buka lembaran halaman draf APBD. Tapi tinggal memasukkan sofcopy melalui  flash disk. “Pengadaan laptop ini untuk menghemat anggaran pengadaan atau pengandaan biaya foto copy,” ujar Rusman. Laptop tersebut harus difungsikan bagi kalangan Dewan, tidak boleh digunakan untuk kepentingan keluarga. Karena itu barang hanya pinjam pakai.  

Baca Juga :

Kejati Sulsel Periksa Bupati Jeneponto “Dana Aspirasi Jilid II”

Kadis Dikdikpora Larang Guru Mengurus Administrasi di Kantor Disdikpora Jeneponto

Mantan Kabag Humas Bawa Lari Mobdin Ketempat yang Baru

Berkomentar dengan bijak!