Empat Kali Cabuli Anaknya, Ayah di Takalar Diringkus Polisi

0

SUARATURATEA.COM, TAKALAR– Seorang pria berusia 38 tahun diringkus jajaran kepolisian resor (Polres) Takalar, Sulawesi Selatan.

Pria itu diringkus lantaran telah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap seorang anak dibawah umur di Dusun Tamalalang, Desa Parangmata, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar.

Kapolres Takalar AKBP Beny Murjayanto mengatakan, perihal tindakan asusila itu diketahui berinisial MS.

MS diketahui melalukan aksi bejat itu terhadap anak kandungnya sendiri.

“Tindak pidana cabul yang dilakukan ayah kandung terhadap anaknya. Kronologi nya tersangka ini telah melakukan perbuatan cabul sebanyak empat kali,” kata Beny kepada suaraturatea.com. Jumat (27/11/2020).

Beny menjelaskan, bahwa korban yang tak lain adalah anaknya sendiri masih berusia 15 tahun.

Aksi cabul yang dilakukan MS pertama kali sejak 28 Oktober 2020 lalu. Aksi keduanya pada 5 November.

“Yang ketiga itu, pada 10 November, dan yang terakhir ini tak lama pada tanggal 24 November,” ucap Beny.

Modus pelaku melakukan aksi bejatnya ketika ibu atau istrinya berangkat untuk kerja. Dimana pelaku melakukan itu dengan cara memasukkan jari tangannya ke alat vital korban.

“Sekira ini yah perbuatan cabul melakukan aksinya karena nafsu, kemudian pelaku melihat anaknya hingga terjadi perbuatan asusila,” bebernya.

Sementara MS kata Polisi tak diketahui latar belakang hingga permintaan pelaku melakukan aksinya.

“Kalau hamil tidak, karena ini hanya perbuatan cabul, dimana pelaku melakukan aksinya dengan cara memasukan jari tangan ke alat vital korban, atau belum ada tindakan persetubuhan,” terangnya.

Insiden ini terendus pertamakali pada saat korban menceritakan kepada sang nenek bahwa orang tuanya telah melakukan tindakan tak senonoh.

“Anak melapor ke neneknya bahwa orang tuanya melakukan tindakan cabul. Pelaku melakukan aksinya berpindah-pindah lokasi,”

Pelaku kini telah mendekam di Mapolres Takalar, dan dengan ancaman pasal 82 UU Nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak, dengan hukuman pidana 15 tahun penjara.

Penulis : Ibnu Gaffar

Berkomentar dengan bijak!