Dukun Santet Cabul di Pare-pare Diringkus, Dua ADU Jadi Korban Sejak Tahun 2018

0
Dukun Santet Cabul di Pare-pare Diringkus, Dua ADU Jadi Korban Sejak Tahun 2018
Pelaku M saat diringkus polisi

SUARATURATEA.COM, PAREPARE – Warga Sulawesi Selatan kembali dihebohkan dengan peristiwa pencabulan terhadap dua orang anak dibawah umur. Pelakunya berstatus dukun santet cabul di Pare-pare akhirnya diringkus.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pare-Pare, AKBP Welly Wadillah membenarkan perihal itu.

“Benar telah terjadi dugaan Tindak Pidana Pencabulan Terhadap Anak pada bulan April 2020 sekitar pukul 14.00 wita,” katanya, Rabu (2/12/2020).

BACA JUGA : Nyali Pelaku Pembusur Massa Penolak HRS di Makassar Ciut saat Ditangkap

Ajun Komisaris Besar Polisi itu menjelaskan, bahwa kejadian tersebut di Wilayah Kecamatan Soreang dan Kecamatan Ujung, Kota Pare-pare.

“Tersangka tindak pidana pencabulan anak dibawah umur, yakni berinisial M (44),” tukasnya.

Sementara kronologi insiden pencabulan ini bermula dengan adanya ancaman pelaku terhadap dua orang korbannya.

BACA JUGA : Seorang Ayah di Jeneponto, Tega Gagahi Anak Kandungnya

“Dari keterangan korban, AK (8) dirinya dicabuli pada sekitar tahun 2018 lalu di Kecamatan Ujung. korban EI (10) dicabuli di Kecamatan Soreang,” ujarnya.

Modus tersangka, M yang juga dukun santet tega melakukan cabul terhadap korban AK di Pare-pare. Dimana saat itu M menyuruh memegang alat kelamin pelaku hingga mengancam korban akan dipukul jika korban menceritakan kepada orang lain terkait pelaku melakukan aksinya.

Sementara korban EI, menyuruh menghisap alat kelaminnya hingga menggesekkan ke alat kelamin bocah itu.

BACA JUGA : Karena ‘Jatah’ Istri Kurang, Alasan Ayah di Takalar Cabuli Anaknya

“Dua lokasi yang berbeda. Dimana EI itu modus pelaku melakukan aksinya menyuruh membuka celana korban lalu menaruh spermanya diatas perut korban. Kalau AK itu disuruh memegang hingga menghisap (kelaminnya),” tutur Kapolres.

Rentetan waktu itu pun bervariasi dimana, korban AK terjadi pada tahun 2018. Dan EI itu 2018 hingga tahun terakhir pada bulan April 2020.

“Ini berhasil terendus saat AK berusaha menceritakan kepada neneknya bahwa perbuatan cabul yang dilakukan M terhadap dirinya,” lanjut Kapolres.

Sementara M berhasil diringkus oleh jajaran Unit PPA bersama Resmob Polres Kota Pare-pare di kediamannya Kecamatan Soreang.

BACA JUGA : Fakta Baru, Anak Kandung Digauli Ayahnya di Jeneponto Ternyata Dijanjikan Gadget

“Personel langsung bergerak dan menangkap tersangka pada Kamis (26/11/2020) lalu.

Akibat perbuatan bejatnya, pelaku dikenakan pasal Pasal 82 Ayat (1), (2) Jo Pasal 76E UU RI No. 35 Tahun 2014 Perubahan Atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pelaku terancam pidana 5 hingga 15 tahun penjara.

| Penulis : Ibnu Gaffar 
| Editor   : Reza Demil

Berkomentar dengan bijak!