Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas, 29 Orang dari DPRD Jeneponto Diperiksa Penyidik Kejari

Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas, 29 Orang dari DPRD Jeneponto Diperiksa Penyidik Kejari
Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas, 29 Orang dari DPRD Jeneponto Diperiksa Penyidik Kejari

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Dugaan tindak pidana kasus korupsi perjalanan dinas anggota DPRD Jeneponto tahun anggaran 2016-2017 terus bergulir.

Penyidik Kejakssan Negeri (Kejari) Jeneponto, Sulawesi Selatan sejauh ini telah memanggil 29 orang untuk dimintai keterangan.

Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Jeneponto, Ilma Ardi Riyadi membenarkan kabar tersebut. Sabtu (6/3/2021).


BACA JUGA : Perempuan Asal Bangkala Jeneponto Terciduk Belanja Uang Palsu di Rumbia, In Namanya!
BACA JUGA : Langka, Penampakan Matahari Cincin Hebohkan Warga di Parepare

“Sejauh ini kami sudah memanggil sebanyak 29 orang,” ujarnya.

Ardi mengatakan, bahwa 29 orang tersebut adalah pegawai di Lingkup DPRD Jeneponto.

Salain pegawai, sekertaris dewan dan beberapa anggota DPRD juga tak luput dari pamanggilan. Pemeriksaan ini karena diduga telah melakukan tindak pidana korupsi perjalanan dinas DPRD Jeneponto.

“Wah! kalau siapa-siapa aja enggak bisa di sebut namanya, cumankan dari PNS-nya dan dari anggota dewannya beberapa, sekwan kemarin termasuk,” jelasnya.

Sejauh ini kata dia, pihaknya masih mengumpulkan sejumlah keterangan saksi. Mereka di panggil untuk memberikan keterangan seputar dugaan korupsi tersebut.


BACA JUGA : KPK Sita Uang Dugaan Gratifikasi, Nurdin Abdullah: Itu Uang Bantuan Masjid
BACA JUGA : Mayat Wanita Tanpa Identitas Gowa Ditemukan di Saluran Irigasi Gegerkan Warga

“Iya saksi- saksi, sejauh ini kami masih mengumpulkan keterangan saks,” ungkapnya.

Diketahui, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) telah mengobok-obok kantor DPRD Jeneponto pada Senin (7/12/2020) lalu.

Mereka menggeledah beberapa ruangan. Diantaranya, ruang sekertariat DPRD, Muh Asrul dan ruang bendahara DPRD, ruang bagian administrasi keuangan dan Gudang.


Penulis : Ibnu Gaffar  |  Editor : Reza Demil

Berkomentar dengan bijak!