Dinilai Tak Berpihak Bangun Menara Sutet, Lurah Barombong Didemo Mahasiswa dan Warga

0
Dinilai Tak Berpihak Bangun Menara Sutet, Lurah Barombong Didemo Mahasiswa dan Warga
Warga dan mahasiswa melakukan aksi penolakan pembangunan Sutet di Barombong

SUARATURATEA.COM, MAKASSAR – Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Dan Mahasiswa Indonesia (Gerak Misi) menggelar aksi unjuk rasa. Selasa (17/3/2020).

Aksi unjuk rasa ini berlangsung di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar Sulawesi Selatan bersama para masyarakat.

Massa aksi menuntut kepala Kelurahan Barombong untuk menindak lanjuti pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) yang ada di Kelurahan Barombong.

Ini disinyalir pembangunan yang merugikan para masyarakat lokasi pembangunan Sutet di Barombong.

Para massa aksi menyampaikan aspirasinya menuntut kepada kepala kelurahan Barombong untuk menandatangani surat pernyataan.

Itu terkait penolakan pembangunan menara Sutet yang ada di Barombong dan mendukung masyarakat dalam aksi demonstrasi penolakan.

Namun pihak lurah tidak mengindahkan surat pernyataan tersebut.

“Kami dari Gerakan rakyat dan Mahasiswa indonesia serta rakyat barombong meminta kepada kepala Lurah Barombong untuk kemudian bersama menolak keras pembangunan menara SUTT yang berlokasi di RW.6 RT.1 Kaccia Kelurahan Barombong sebab kami menganggap bahwa pembangunan ini sangat berdampak negatif di masyarakat khususnya warga di sekitar pembangunan menara ini” Ujar Ai Ca’nung juga selaku jenderal lapangan.

Sementara itu, Muh Nurhidayat juga koordinator lapangan dalam orasinya mengatakan bahwa keputusan yang diambil kepala kelurahan sangat tidak mencerminkan keberpihakannya.

“Ini karena tidak keberpihakannya terhadap masyarakat karena dia tidak mau menandatangani surat pernyataan itu” ujarnya dengan kecewa.

Usai melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor kelurahan Barombong, massa aksi bergeser ke depan kantor PT. PLN PERSERO Unit Induk Pembangunan  Sulawesi Bagian Selatan.

“Jika Kepala unit induk pembangunan Sulawesi bagian Selatan tidak mangambil keputusan dengan tegas untuk menghentikan pembangunan dan memindahkan pembangunan SUTT di titik yang jauh dari pemukiman warga  lebih baik turun dari jabatannya serta keluar dari kota makassar karena tidak layak memimpin di kota makassar” sambung Nurhidayat.

Setelah beberapa masa aksi menyampaikan orasinya, pihak dari kelurahan untuk melakukan audance terkait dengan tuntutan massa aksi.

Pada saat berjalanya diskusi, beberapa warga menyampaikan aspirasinya kembali serta meminta pihak PT. PLN PERSERO Unit Induk Pembangunan Sulawesi Bagian Selatan untuk menandatangani terkait dengan dihentikannya proses pembangunan menara SUTT.

“Karena belum ada kesepakatan dari warga, tetapi pihak dari Unit Induk pembangunan tidak mengindahkan permintaan massa aksi,” tegasnya.

Penulis : Tahir
Editor   : Reza

Berkomentar dengan bijak!