Dilarang BAK di Kamar Panti Jompo, Kakek di Gowa Tewas Dihantam Batu Bata

0
Wakapolda Sulsel didamping kabi dokkes Polda bersama Kabid Humas Polda saat press reales pembunuhan yang terjadi di kabupaten Gowa.

SUARATURATEA.COM, GOWA – Kamis 23 Januari 2020 kemarin, seorang pria paruh baya ditemukan bersimbah darah di asrama Panti sosial Tresna Werdha Gau Ma’baji, Kecamatan Bontormarannu, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.

Mayat kakek bernama Sangkala (79) ini mengalami luka pada bagian kepala.

Dikatakan Kasatreskrim Polres Gowa, Akp Jufri Natsir mengatakan korban meninggal diduga karena dianiaya.

“Korban diduga dianiaya hingga meninggal dunia. Pada bagian kepala korban mengalami luka menganga juga luka lebam pada bagian muka,” kata Kasat kepada wartawan di lokasi kejadian.

Korban adalah warga binaan panti sosial Tresna Werda yang sudah lama menetap.

“Korban adalah TJ alias Sangkala (79) warga binaan Panti Sosial. Pertama kali ditemukan pihak panti hingga melaporkannya ke Polsek Bontomarannu,” jelas Mantan Kasatreskrim Polres Takalar ini.

Tim Inafis Polres Gowa dan Dokpol Polda Sulsel telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Jenazah korban juga telah dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk dilakukan visum.

Unit polisi satwa atau K9 Polda Sulsel juga dilibatkan dalam proses pengungkapan pembunuhan tersebut.

Polisi Ungkap Pelaku :

Berselang beberapa jam, Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sulsel berhasil mengungkap fakta dibalik pembunuhan tersebut.

Hal itu dikatakan langsung Wakapolda Sulsel, Brigjen Pol Adnas yang didampingi Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim Tompo.

“Kasus dapat diketahui berawal dari laporan saksi inisial IA (63) kepada petugas Panti dan menyampaikan informasi bahwa korban Toa Tho Als Sangkala, (63) meninggal dunia karena terjatuh,” terangnya.

Polisi juga menyebut, korban mengalami luka luka terbuka di bawah hidung, belakang telinga kiri, memar pada mata sebelah kiri, serta memar pada leher dan atas.

Namun fakta dibalik penyampaian informasi IA yang sebelumnya memberikan keterangan bahwa Sangkala meninggal karena jatuh adalah rekayasa belaka.

Penyidik lali mengamankan IA untuk dimintai keterangan dan dari hasil interogasi yang dilakukan diketahui bahwa motif penganiayaan dilakukan karena pelaku sakit hati, kesal dan emosi.

“Pelaku sakit hati dan kesal serta emosi karena korban tidak mengindahkan himbauan untuk tidak buang air kecil/buang kotoran di lantai kamar,” kata Wakapolda juga didampingi Kabiddokkes Polda Sulsel.

Saat itu juga pelaku, tambah Adnas, mengambil potongan batu bata merah di dekat pintu kamar bagian belakang dan memukulkan ke bagian wajah atau kepala korban.

“Ini dilakukan secara berulang-ulang sehingga mengeluarkan darah,” ungkap dia.

Atas perbuatannya, Polisi menetapkan pelaku sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 338 KUHP ttg Pembunuhan Sub 351 (3) KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Penulis : Reza
Editor   : Putra

Berkomentar dengan bijak!