Dikawal Personel Gabungan, Demo Tokal Omnibus Law di Jeneponto, Polisi Duduk Bersama Mahasiswa

0
Dikawal Personel Gabungan, Demo Tokal Omnibus Law di Jeneponto, Polisi Duduk Bersama Mahasiswa
Para Pengunjuk rasa duduk bersama polisi di halaman gedung DPRD Jeneponto.

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Berbeda dengan aksi sebelumnya, unjuk rasa tolak Omnibus Law di Jeneponto berlangsung dengan aman hingga bubar tanpa ancaman.

Namun, porsonel gabungan terus mengawal ketat jalannya aksi demonstrasi yang digagas oleh Gerakan Jeneponto Menolak Keras Omnibus Law (Gejolak) yang diikuti puluhan pengunjuk rasa.

Pengawalan mulai dilakukan dari titik kumpul pengunjuk rasa di simpang tiga jembatan belokallong hingga aksi protes itu berakhir di Gedung DPRD Jeneponto, pukul 16.00 wita, Kamis (22/10/2020).

Tak hanya mengawal polisi juga sempat melakukan negosiasi dengan massa, hingga aksi itu berjalan dengan damai.

Pantauan wartawan di lokasi, nampak aksi itu berbeda dari sebelumnya, para mahasiswa kali ini duduk bersama polisi beralaskan paping blok di halaman gedung dewan.

“Kesiniki semua duduk Adek-adek,” seru Kasubbag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul.

Mereka kemudian duduk secara tertib sambil tertawa bareng dan sesekali mereka berswafoto.

“Pak! pak foto ki dulu deh,” ucap salah satu massa.

Tak banyak suara yang muncul dari para mahasiswa, kecuali seruan komando lapangan dari jenderal lapangan.

Disisi seberang, polisi tampak melepas helm dan tameng pengamanya. Mereka duduk santai sambil mendegarkan orasi mahasiswa.

Di sela-sela panasnya terik matahari, tiba-tiba hadir sosok polisi yang langsung membagikan air gelas kepada para pendemo.

Sontak para pendemo itu dengan senang hati mengamil air dos secara gratis tersebut untuk diminum dan dibagikan ke massa lainnya.

“Makasih pak,” ucap pendemo.

Kasubag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul mengatakan, bahwa langkah yang dirinya lakukan tersebut adalah wujud kepedulian terhadap para demonstran.

“Itu semua hanya semata-mata untuk saling berbagi, apalagi tugas kami mengawal aksi para adek-adek ini, ” ujarnya kepada Kabar.News, saat ditemui disela-sela pendemo.

Mantan Kapolsek Tamalate tersebut mengatakan, aksi unjuk rasa tersebut berakhir aman sesuai harapan.

“Alhamdulillah apa yang kita saksikan bersama terkait dengan aksi unjuk rasa tadi berhasil kita kawal dan kita amankan aksinya, semu berjalan sesuai harapan bersama,” ucapnya.

Kata dia, pihak pengunjuk rasa juga terlihat tertib, terkendali, terakomodir dan terkordinir.

“Itulah yang diharapkan semua pihak, pihak pengunjuk rasa juga tertib, terkendali, terakomodir, sehingga tercipta komunikasi yang baik,” pungkasnya.

Diketahui, sebanyak 22 anggota DPRD Jeneponto telah menyetujui kesepakatan tolak omnibus law yang dituntut oleh ratusan pengunjuk rasa di Jeneponto

Kesepakatan tersebut tertuang dalam surat petisi penolakan omnibus law yang ditanda tangani oleh 22 anggota dewan.

Sebelumnya ada15 anggota dewan sudah menandatangani petisi penolakan tersebut. Sedangkan untuk haru ini, sebanyak 7 anggota dewan kembali menyatakan sikap untuk menolak omnibus law.

Penulis : Arya Pratama
Editor   : Reza Demil

Berkomentar dengan bijak!