Diduga, Oknum Pegawai BKD Jeneponto “Pungli” Pengambilan SK K2

0

TURATEANEWS.com,—Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Jeneponto diduga melakukan Pungutan Liar (Pungli) pengambilan Surat Keputusan (SK) Pegawai Negeri Sipil (PNS) hasil pengangkatan tenaga honorer kategori dua (K2).

Informasi dari salah seorang PNS yang tidak bersedia namanya disebutkan membeberkan besaran jumlah yang dibayarkan bervariasi mulai dari Rp 150 .000 hingga Rp 300.000 per SK.

“Untuk pengambilan SK tersebut bayarnya bervariasi, mulai dari Rp 150 sampai 300 rb per orang ” katanya kepada Turateanews.com, beberapa waktu lalu.

Saat ditanya untuk apa kegunaan dan diserahkan kepada siapa uang tersebut, ia menyebutkan dalihnya untuk administrasi dan dibayarkan kepada Kabid Inka BKD, berinisial S

“Mereka bilang untuk administrasi, dibayarnya kepada Kabid Inka” tambahnya menjelaskan.

Sekretaris Badan Kepegewaian Daerah Tamsil Lili, saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (20/10/2016) membenarkan terjadinya pungutan yamg dilakukan bawahannya itu.

“Saya sudah panggil yang bersangkutan, dan dia mengakui telah merima uang dari beberapa pegawai yang menerima SK pengangkatan K2, dan menurut dia itu bukan pungutan hanya tanda terima kasih, dan dia juga mengaku bahwa tidak semua yang menerima SK membayar,” kata Tamsil Lili

Terpisah, Kabid Perencanaan dan Pengembangan (INKA) BKD, berinisial S saat ditemui menjelaskan atas dugaan pungutan liar (Pungli) yang di tuduhkan dirinya juga membenarkan, namun dia menjelaskan bahwa apa yang dilakukan itu bukan pungutan.

“dari yang mendapatkan SK kurang lebih 700 orang itu, tidak semua yang membayar. itu hanya sebagian saja, itupun uang digunakan untuk jasa pegawai yang bekerja lembur hingga larut malam,”tuturnya

Ia menambahkan, jika uang itu dipermasalahkan dan dianggap “pungli” maka dirinya sanggup mengembalikannya.

Untuk diketahui, jumlah yang lolos dalam pengangkatan K2 sebanyak 702 orang.

Berkomentar dengan bijak!