Diduga Fiktif, Anggaran Proyek Perpipaan Camba-Camba Rp 110 Juta Dicairkan Rekanan Cv Umega

0
Kontrak Kerja Fiktif Proyek Perpipaan, Dusun Laya, Desa Camba-Camba, Kecamatan Batang, Jeneponto, Yang Tidak Ditanda Tangani Kadiis Pekerjaan Umum. Namun Anggarannya Tercairkan 100 Persen, dan Tidak ada Fisik dilapangan.

Kontrak Kerja Hasil Fiktif

Bagian Satu

Kr Tawang/Jurnalis

TURATEANEWS.com JENEPONTO–Proyek pengadaan perpipaan sarana air bersih di dusun Laya, Desa Camba-camba, kecamatan Batang, Jeneponto, terbengkalai tidak dikerjakan oleh pihak rekanan.  Proyek yang dikerjakan Cv Umega di Sapanang, Kecamatan Binamu, dengan anggaran sebesar Rp 110.388.000 telah habis dananya.

Namun proyek yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) 2015 itu, belum selesai 100 persen dikerjakan oleh oknum kontraktor nakal di Butta Turatea. Akibat belum rampungnya 100 persen proyek tersebut, negara dirugikan.

Hal itu diungkapkan Ketua Lembaga Pemantau Pengguna Anggaran Republik Indonesia (LPPA) RI Jeneponto Syamsuddin Nompo kepada media ini.  Dia mengungkapkan, proyek perpipaan air bersih di dusun Laya, dengan nomor kontrak kerja No : 04/PP/DPU/CK-DAK/IX/2015 sama sekali tidak dikerjakan oleh pihak rekanan Cv Umega dilapangan.

Namun mengherankan anggarannya 100 persen tercairkan di bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Jeneponto, kata Syamsuddin Nompo. “Fisik pekerjaan proyek Perpipaan air bersih tidak ada dikerjakan oleh rekanan. Namun anggarannya Rp 110.388.000 habis diambil oleh pihak rekanan,” ungkap Nompo sapaan akrabnya.

Ia menjelaskan, pekerjaan perpipaan sepanjang 1.168 meter tidak sama sekali dilaksanakan dilapangan. Tapi kenyataannya dilapangan hanya pipa biasa atau KW 2. Selain itu, jika panjang perpipaan air bersih 1.168  meter, kata dia, pipa harus berada dilapangan sebanyak 292 batang.

Namun kenyataannya lain. Hanya 80 batang pipa yang tertumpuk di rumah orang. Artinya, jika pipa itu digunakan maka hanya mampu 320 meter saja yang dapat dijangkau, ujar Syamsuddin Nompo.  Kemudian pipa yang harusnya PVC, tapi yang berada dilapangan pipa “D” sebanyak 80 batang. 

Selain itu, kata  Nompo, dalan Rencana anggaran biaya (RAB) pengadaan konstruksi jaringan air bersih harusnya ada tower besi setinggi 6 meter. Namun kenyataan dilapangan tidak ada tower sama sekali. Proyek perpipaan yang dikerjakan CV Umega ini sudah sangat jelas ada dugaan  tindak pidana korupsi didalamnya.

Ironisnya lagi kata dia, dokumen kontrak kerja sebagai pegangan rekanan CV Umega, tidak ditanda tangani oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Jeneponto, Abdul Malik DL. Hanya tanda tangani direktur CV Umega, Riswan dengan bahan bermaterai 6.000.

Namun kontark tersebut bisa lolos mencairkan dananya di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset daerah (DPPKAD) Jeneponto. Artinya, kata Syamsuddin Nompo. “Proyek perpipaan air bersih di Dusun Laya, Desa Camba- Camba diduga fiktif. Pasalnya, dalam kontrak kerja tidak  ada tanda tangan Kadis Pekerjaan Umum,” ungkapnya.

Proyek  perpipaan yang belum selesai 100 persen dikerjakan oleh pihak kontraktor dan ada dugaan merugikan keuangan negara, bakal segera dilaporkan  oleh ketua LPPA RI Syamsuddin Nompo  ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Setempat. Karena proyek tersebut sudah unsur penyelewengan keuangan dan tindak pidana korupsinya, tegasnnya.

Dia juga mengungkapkan, pencairan anggaran proyek perpipaan yang belum rampung 100 persen, terdapat pemalsuan tanda tangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang dilakukan oknum pelaksana lapangan proyek.

Serta adanya permainan kongkalikong Berita Acara Serah Terima Pertama Pekerjaan hasil pemeriksaan tim Provisional Hand Over ( PHO ) proyek untuk memuluskan pencairan dana proyek perpipaan di DPPKAD setempat, kata Syamsuddin Nompo.

“Setelah melakukan kerjasama dengan tim PHO proyek, pihak pelaksana proyek mencairkan anggaran tanpa mengikuti prosedur. Bahkan seluruh anggaran tersebut sudah habis digunakan pihak pelaksanaan proyek,” ujar Syamsuddin Nompo. Proyek perpipaan adan dugaan korupsi berjamaah dilakukan pihak Cipta Karya dan PHO beserta pelaksana rekanan.

Sementara itu, PPK Proyek Perpipaan pada Cipta Karya DPU Jeneponto, Sahar Sitaba mengakui, proyek tersebut fiktif. Bahkan kata dia, tanda tangannya dipalsukan oleh pelaksana proyek perpipaan di Laya, desa Camba-Camba. Proyek ini dana nya sudah habis diambil pihak pelaksana proyek. Namun proyeknya tidak selesai 100 persen.

Dia menduga, proyek tersebut ada sepengetahuan Kepala Bidang Cipta Karya DPU Jeneponto, Adnan Lazuardi, dengan mencairkan anggaran proyek perpipaann yang belum selesai 100 persen.  Bahkan kata dia, dirinya yang masuk tim PHO tidak bertanda tangan dalam berita acara penyerahan pekerjaan dari pihak pertama ke pihak kedua. (Bersambung)

 

Baca Juga :

Kejari Tingkatkan Kasus Korupsi RSUD Jeneponto, Penyelidikan ke Penyidikan

Penanganan Kasus Korupsi RSUD Jeneponto Makin Tak Jelas “Juntrungnya”

 

Berkomentar dengan bijak!