Temukan Kami di Sini:

Diberi Hadiah Timah Panas, Ini Wajah Pelaku ‘Asusila’ di Jeneponto

Setidaknya tiga kali polisi memberikan tembakan peringatan. Akan tetapi, AL terus berlari hingga polisi memberikan tembakan secara tegas dan terukur.

0
Diberi Hadiah Timah Panas, Ini Wajah Pelaku 'Asusila' di Jeneponto
Pelaku pemerkosaan terhadap anak gadis dibawah umur di Jeneponto. (ISTIMEWA)

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Pelarian AL (23) akhirnya berhasil terhenti setelah ditangkap tim Buser (Buru Sergap) Sat Reskrim Polres Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Tak cukup waktu 24 jam, tim Buser Polres Jeneponto membekuk AL terduga pelaku pencabulan anak dibawah umur yakni, Bunga.

Selain ditangkap, AL juga diberi hadiah timah panas oleh polisi pada bagian betis kirinya.

“Sudah saya tangkap pelakunya sudah ditembak,” kata Kanit Buser Polres Jeneponto, Ipda Abdul Rasak kepada wartawan, Minggu (20/6/2021).

Pelaku ditangkap saat diketahui tengah berada di Kampung Bonto Katangka, Desa Bontoukung, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto.

Penangkapan terhadap pelaku berlangsung dramatis, aparat sempat terlibat kejar-kejaran.

“Waktu diintrogasi dia pura-pura kencing dan langsung melarikan diri dan dikasih tembakan peringatan tiga kali namun tidak diindahkan,” tuturnya.

Setidaknya tiga kali polisi memberikan tembakan peringatan. Akan tetapi, AL terus berlari hingga polisi memberikan tembakan secara tegas dan terukur.

“Akhirnya dikasih tembakan terukur sebanyak satu kali dibagian kaki kanan. Pelaku sempat merengsek dan ingin kabur,” ungkapnya.

Setelah dihadiahi timah panas, AL langsung dilarikan ke RS Lanto dg Pasewang untuk menjalani perawatan medik.

Sebelumnya, AL melarikan diri usai melakukan tindakan keji terhadap Bunga. Perbuatan AL dinilai mencoreng harga diri keluarga, meskipun keduanya memiliki hubungan keluarga.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jeneponto, Ipda Uji Mughni mengatakan peristiwa itu bermula ketika AL meminta untuk ditemani membeli pampers untuk anak AL

“Pelaku menjemput korban dirumahnya untuk ditemani beli popok (Pampers),” katanya.

Permintaan itu sempat ditolak dan nenek Bunga tidak memberikan izin.

Berselang beberapa waktu, Bunga bersama AL membujuk nenek hingga akhirnya diberikan izin.

“Sebetulnya sempat dilarang sama sang Nenek, karena kan buat apa ditemani juga,” tambah Uji.

Keduanya meninggalkan rumah menuju toko yang dikatakan AL. Usai membeli pampers, AL tak langsung pulang.

AL membawa Bunga ke suatu tempat di semak-semak, di sana, AL melakukan aksi bejatnya.

“Setelah beli popok, dibawalah ke arah kuburan, tapi di semak-semak,” jelasnya.

Setelah melakukan tindakan kejinya, korban kemudian diantar kembali ke rumah nenek. Pelaku tak lagi naik ke rumah untuk berpamitan melainkan ia melarikan diri.

“Korban diantar pulang, tapi pelaku langsung tancap gas pergi, (tidak pamit),” jelasnya.

Tangisan histeris terus menghantui Bunga, dia menjerit kesakitan dan tak menerima perbuatan AL yang baru saja terjadi.

Mendengar tangisan itu, sang nenek mempertanyakan kondisi Bunga dan apa yang telah dialaminya usai bepergian dengan AL.

Setelah mendengar cerita Bunga, pihak keluarga langsung mengamuk dan mencari pelaku hingga ke rumahnya. Namun, AL rupanya sudah melarikan diri.

“Sih korban langsung menangis. Keluarga korban langsung mengamuk,” tambah Uji.

AL yang tidak ditemukan, pihhak keluarga dan polisi akhirnya membawa korban ke RS Lanto dg Pasewang untuk menjalani pemeriksaan tes visum.

Tak hanya itu, Bunga sempat mengalami pendarahan akibat perbuatan bejat AL. Namun saat ini korban juga dalam kondisi membaik serta tak lagi mengalami pendarahan meski masih trauma.

“Sudah tidak pendarahan. Korban trauma, saat ini kondisi Alhamdulillah sedikit membaik,” tandasnya.

Berkomentar dengan bijak!