Demam Tinggi, Seorang Pria di Takalar Meninggal Usai di Vaksin

Sesak Napas-Meninggal Dunia, Seorang Pria di Takalar Meninggal Usia di Vaksin
ilustrasi [iStockphoto.com/oonal]

SUARATURATEA.COM, TAKALAR – Pria berusia 50 tahun bernama Sulaiman daeng Tika di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan meninggal dunia usai di vaksin.

Sulaiman meninggal dunia disebut karena mengalami demam dan sesak napas setelah mengikuti penyuntikan vaksinasi covid-19.

Salah satu putranya, Mahmud (20) mengaku orang tuanya yang meninggal ini merupakan karyawan outsourcing PLN. Dia mengaku bahwa bapaknya itu sebelum-sebelumnya dalam keadaan sehat.

BACA JUGA : VIDEO: Sahabat Gie, Pendiri Mapala UI Herman Lantang Tutup Usia

“Nggak ada iya pak (Gejala, red), sebelum-sebelumnya sehat-sehatji,” kata Mahmud di kediamannya. Selasa (23/3/2021).

kata Mahmud, orang tuanya itu mengikuti vaksinasi pertama di Kantornya PLN Gardu Induk Daya, Kota Makassar pada Senin (15/3/2021) lalu.

“Setelah divaksin ini dua hari kemudian ada gejalanya panas dingin, neyeri otot, pokoknya seluruh badan sampai kadang panasnya naik, kadang juga turun, vaksin itu tanggal 15 pak,” cerita Mahmud.

BACA JUGA : Begini Cerita Nelayan di Jeneponto yang Hilang di Tengah Laut

Dirinya menceritakan gejala yang diderita ayahnya, Sulaiman itu mengalami panas dingin hingga nyeri otot.

“Gejalanya setelah dua hari kemudian. Gejalanya seperti panas dingin, kadang naik kadang turun, nyeri otot seluruh badan, lengan,” terangnya.

Seorang pria yang meninggal usai di vaksin itu adalah Sulaiman merupakan warga Jonggoa Desa Batu-batu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar.

BACA JUGA : Identitas Mayat Pria 52 Tahun di Jeneponto Terungkap, Polisi Ungkap Kronologinya

Terpisah, Kabid P2P Kabupaten Takalar, Dr. Hj. Novita Yulianti mengaku telah menerima kabar tersebut.

“Mengenai Sulaiman yang meninggal saya sudah diberitahu juga, tapi apakah meninggal karena vaksin itu. Sementara di investigasi oleh tim ahli yangg telah dibentuk dan di SK-kan oleh Gubernur,” singkatanya saat dikonfirmasi media.

TONTON VIDEO:

Berkomentar dengan bijak!