Dari Polda, Komisioner Kompolnas Kunjungi Polres Jeneponto

0

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO–Komisioner Kompolnas Dede Farhan Aulawi mengunjungi Polres Jeneponto. Kunjungannya bersama tim merujuk pada Perpres No. 17 Tahun 2011 tentang Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Kedatangan tim Kompolnas yang dipimpin Dede Farhan Aulawi bersama Rafael Siagian dan Ahmad Jibril diterima oleh Waka Polres Jeneponto Kompol Marikar.

Pertemuan itu dilaksanakan di aula Pesat Gatra kantor Polres Jeneponto jln Sultan Hasanuddin Kecamatan Binamu, Selasa (18/2/2020).

Menurut Dede Farhan Aulawi, kehadirannya bersama timnya, untuk melakukan klarifikasi dan monitoring saran keluhan masyarakat dan juga sosialisasi sekaligus pengawasan administtasi hukum.

Ia menjelaskan bahwa fungsi Kompolnas sebagai pengawas fungsional kepolisian, dimana mekanisme pengawasannya dilakukan melalui cara pemantauan dan penilaian kinerja dan integritas pejabat dan anggota kepolisian.

“Hal ini menyiratkan sebuah amanat bahwa Kompolnas harus melakukan pengawasan terhadap kepolisian melalui suatu mekanisme yang telah diatur oleh peraturan yang berlaku,”kata Dede

Sebelum kunjungan ke polres, sebelumnya Kompolnas berkunjung ke Polda Sulawesi Selatan untuk menjelaskan maksud dan tujuan pelaksanaan kunjungan kerja tersebut.

Dede menjelaskan, kedatangan di Mapolda Sulsel bersama rombongan diterima langsung Irwasda dan jajaran pejabat inspektorat Polda Sulawesi Selatan.

“Maksud kunjungan kerjanya tersebut, yang pertama mensosialisasikan fungsi pengawasan Kompolnas sesuai dengan UU dan Perpres, lalu melakukan simulasi pengawasan terkait administrasi penegakan hukum,”sebut Dede

Terkait pengawasan ini, sambung Dede, akhirnya bisa diketahui hal – hal apa yang harus dipertahankan karena dinilai sudah baik, dan hal-hal apa yang masih perlu diperbaiki agar ke depan bisa lebih baik lagi.

“Jadi pengawasan yang dilakukan oleh Kompolnas itu bukan untuk mencari-cari kesalahan polisi, tetapi memotret mana –mana yang sudah baik, dan mana-mana yang harus diperbaiki. Standar ukuran yang dipakai untuk mengukurnya adalah aturan-aturan yang terkait, mulai dari undang undang sampai peraturan Kapolri. Dengan demikian maka semangat yang dibangun adalah untuk memperbaiki Polri agar bisa lebih baik dan lebih baik lagi di masa-masa selanjutnya. Tidak ada organisasi yang sempurna dan tidak ada kekuarangan, namun yang terpenting adalah adanya keinginan untuk terus melakukan perbaikan secara berkesinambungan,” ujar Dede.

Ia mengingatkan, tantangan Polri ke depan itu akan semakin berat, karena dimensi tantangan tugas yang semakin luas dan kompleks.

Berbagai dinamika tantangan tugas tersebut hanya bisa dijawab oleh pemenuhan kompetensi kualitas SDM yang unggul.

Oleh karena itu berbagai upaya untuk mewujudkan SDM yang unggul harus dilakukan dan tentu harus disambut positif sebagai sebuah dinamika objektif dalam melaksanakan tugas organisasi.

Apalagi satuan kerja dan satuan fungsi di Polri itu banyak sekali, jadi tentu pemenuhan spesifik keahlian akan dan harus disesuaikan dengan bidang tugasnya masing-masing.

Semua ada jenjangnya dan semua idealnya harus dilalui oleh setiap anggota sesuai dengan bidangnya, sehingga semua akan memiliki keterkaitan antara job characteristic dengan job competencies yang dipersyaratkan.

“Jika ini bisa dipenuhi, maka Polri akan selalu siap melaksanakan tugas yang diembannya sepanjang zaman,”ucap Dede menutup perbincangan disela kunjungan di Polres Jeneponto, Selasa (18/2/2020) kemarin.

Penulis : Reza
Editor    : Bahar

Berkomentar dengan bijak!