Temukan Kami di Sini:

Cerita Irawati Guru di Jeneponto Lemas Usai Ikut Vaksin Pertama

0
Cerita Irawati Guru di Jeneponto Lemas Usai Ikut Vaksin Pertama
Cerita Irawati Guru di Jeneponto Lemas Usai Ikut Vaksin Pertama

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Seorang tenaga pendidik di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan menjadi perbincangan publik, Irawati guru itu lemas pasca ikut vaksin.

Warga dihebohkan lantaran guru yang bernama Irawati mengalami kondisi lemas usai mengikuti vaksinasi covid-19 yang dicanangkan pemerintah.

Tenaga pendidik ini tengah terbaring lemas di kediamannya, Desa Bontomatene, Kampung Bontosunggu Selatan, Kecamatan Turatea.

BACA JUGA : Heboh! Guru di Jeneponto Tiba-tiba Jatuh Sakit Usai Disuntik Vaksin

“Usai divaksin di Puskesmas Bonto Matene semenjak 15 hari lalu, saya mengalami pusing, mual-mual hingga seluruh badan sakit,” ujar Irawati.

Perempuan berusia 37 tahun ini harus menanggung kondisi tubuh yang kurang fit. Diakui dirinya, bahwa sebelum mengikuti vaksinasi gejala penyakit telah disampaikan ke petugas kesehatan.

“Saat itu, saya sudah menyampaikan kepada petugas nakes jika saya sedang sakit. Bahkan, sudah dioperasi. Namun, pihak Puskesmas tetap melanjutkan vaksinasi,”terangnya.

BACA JUGA : Bupati Jeneponto Serahkan Dua Orang Penerima Manfaat Rumah Layak Huni

Irawati mengikuti vaksinasi Covid-19 baru kali pertama yang dilaksanakan di Puskesmas Bontomatene pada 15 Juni 2021 belum lama ini.

“Semenjak saya sudah divaksin 15 hari yang lalu, kondisi saya semakin menurun hingga merasa lumpuh,” aku Irawati.

Meski demikian, pihak petugas kesehatan dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) tempatnya ia ikut vaksin telah dilakukan observasi kondisi tubuhnya yang lemah itu.

“Tadi pihak puskesmas datang ke rumah untuk menjenguk dan mengajak untuk berobat dirumah sakit. Namun, saya menolak karena terkendala oleh biaya. Apalagi saat ini BPJS saya mengalami tunggakan sehingga saya tak berani untuk berobat,” tambahnya.

BACA JUGA : Satgas TMMD ke-111 Selayar Kebut Jembatan Tola – Tua Bitombang Segera Selesai

Kendati demikian, dirinya berharap pihak pemerintah memberikan tanggungan atau biaya pengobatan agar bisa menjalani hari-hari seperti sediakala.

“saya berharap kepada pemerintah. Khususnya pihak Dinas Kesehatan agar segera dibantu untuk biaya berobat. Sehingga saya bisa kembali mengajar di sekolah,” pungkasnya.

Berkomentar dengan bijak!