Cerita Haru, Sudah Dua Kali Batal, Nenek 96 Tahun di Jeneponto Batal Naik Haji 2021

0
Cerita Haru, Sudah Dua Kali Batal, Nenek 96 Tahun di Jeneponto Batal Naik Haji
Nenek Bungadaeng (kanan) bersama dengan anaknya

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Pemerintah pusat secara resmi jadwal pemberangkatan haji pada tahun 2021 ini ditiadakan. Hal itu berdasarkan hasil perundingan dari pemrintah Indonesia dengan Arab Saudi.

Pemberangkatan haji tahun ini cukup teriris bagi para calon jemaah haji di seluruh Indonesia, dampak pembatalan ini juga dirasakan oleh seorang nenek di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Nenek itu bernama Bungadaeng, ia berkelahiran tahun 1925 dari kampung Pakkotanga, Kelurahan Bulujaya, Kecamatan Bangkala Barat.

Di usia 96 tahun ini, dirinya hanya bisa meratapi nasib akibat pembatalan keberangkatan haji tahun ini.

Disamping itu, saat ini seluruh negara juga tengah menghadapi situasi pandemi covid-19.

Diusia rentanya ia sangat berharap jadi tamu Allah di tanah suci Mekah.

Meski demikian, apa boleh buat impiannya untuk menunaikan Rukun Islam kelima itu harus kandas karena wabah corona. Bahkan, pemberangkatannya kali ini adalah yang kedua kalinya dibatalkan.

Dirinya menceritakan, bahwa telah bertahun-tahun mengumpulkan uang hasil pendapatan pertaniannya untuk menyisihkan agar dirinya berangkat haji. Namun, nenek Bungadaeng harus kembali bersabar untuk kedua kalinya.

Menurut Bungadaeng, ia mendengar informasi pembatalan keberangkatan jemaah haji tersebut dari media elektronik.

“Saya sangat kaget dan terpukul mendengar berita dari televisi jika pemerintah membatalkan keberangkatan haji tahun ini kembali akibat Corona,” ungkapnya yang mencurahkan hati, Rabu (9/6/2021).

Ia pun mengungkapkan, jika dirinya merasa kecewa karena tahun ini tak lagi bisa berangkat ke tanah suci. Bahkan pada tahun 2020 lalu, dirinya juga menjadi orang yang terpilih sebagai orang yang batal untuk menunaikan ibadah haji.

“Sebenarnya sangat kecewa dan terpukul dengan keputusan pemerintah. Padahal dirinya sangat berharap jika tahun ini sudah bisa berangkat karena kita tidak tahu kapan ajal datang soalnya kondisi kesehatan belum tentu seperti saat ini,” akunya

Lebih jauh, Nenek yang beralamat diujung perkampungan Kabupaten Jeneponto ini berharap kepada pemerintah agar keputusan ini bisa di ubah. Bahkan ada kebijakan baru bagi calon jemaah haji bagi lansia seperti kami.

“Saya sangat berharap kepada pemerintah agar bisa mengubah keputusannya atau mengambil kebijakan tertentu untuk membatalkan keputusan yang ada. Sehingga, dirinya bisa berangkat tahun ini, terutama yang berusia renta seperti dirinya,”tuturnya.

Berkomentar dengan bijak!