Calon Striker Madura United Anggap Penundaan Liga 1 2020 Sebagai Berkah

0
Calon Striker Madura United Anggap Penundaan Liga 1 2020 Sebagai Berkah
Pesepak bola Madura United (MU) Bruno Matos (kedua kanan) melewati pesepak bola Persiraja Banda Aceh Bruno De Aroujo Dybal (kanan) dalam laga Shopee Liga 1 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Jawa Timur, Senin (9/3/2020).

SUARATURATEA.COM – Penundaan kompetisi menuai pro-kontra di antara kontestan Liga 1 2020, namun khusus bagi calon striker Madura United Bruno Lopes keputusan itu menjadi berkah tersendiri karena dirinya memiliki waktu lebih panjang untuk beradaptasi.

“Kalau sudah terbangun adaptasinya tentu tidak akan jadi masalah,” ujar Bruno seperti dikutip dalam laman resmi klub dari Jakarta, Jumat (2/10/2020).

Bruno Lopes merupakan pemain asing yang akan direkrut Madura United dalam mengarungi lanjutan Liga 1 2020. Perannya akan menggantikan Emmanuel Oti Essigba yang mundur karena tak mencapai kesepakatan kontrak.

Mantan penyerang Persija Jakarta itu diproyeksikan menjadi rekan duet Bruno Matos. Namun kompetisi yang seharusnya bergulir sejak Kamis (1/10/2020), terpaksa ditunda akibat tak mendapatkan izin penyelenggaraan dari kepolisian.

Menurut Bruno, meski penundaan menjadi polemik tetapi baginya menjadi kesempatan untuk lebih mengenal karakter permainan Sape Kerrap.

“Saya juga butuh bantuan teman-teman saya di sini agar bisa membantu percepatan itu, saya yakin tidak ada masalah,” katanya.

Sementara itu, pelatih Madura United Rahmad Darmawan mengatakan meski kecewa terhadap keputusan penundaan kompetisi setidaknya ada hal yang bisa dipetik oleh setiap klub, salah satunya mengembalikan kondisi kebugaran Bruno Lopes dan menyatukan visi dengan para pemain lain.

“Tentu, saya yakin akan selalu ada hikmah di balik kejadian apapun itu. Mungkin, salah satunya itu, seperti yang ditunda sebelumnya, semuanya bisa punya waktu panjang berkumpul dengan keluarga,” kata RD.

Pelatih yang pernah membesut tim nasional Indonesia ini berharap penundaan kompetisi tidak terlalu lama karena akan berdampak ke berbagai aspek.

“Saya suka tantangan orangnya. Kalau boleh memilih, iya saya sebenarnya lebih senang kalau kompetisi berjalan sesuai dengan rencana. Banyak di negara-negara lain yang grafik COVID-19 juga tinggi tapi tetap bisa menggelar kompetisi,” pungkasnya.

Berkomentar dengan bijak!