Calon Ketua APDESI Jeneponto, Dianggap Bohongi Warga Atas Alih Fungsi Lahan di Datara

0

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO–Terkait pengalihan fungsi lahan hibah Sarsinah istri almarhum Radja angkat bicara, ia menjelaskan kalau lahan miliknya tidak pernah ia hibahkan untuk pembangunan lapangan olahraga.

Ia juga membantah jika dirinya pernah menerima uang dari kepala Desa Datara Jufri Lau.

Ia juga katakan kalau kepala desa Datara telah memberikan keterangan palsu dan berbohong kepada kami sekeluarga, tidak hanya itu ia juga berbohong kemasyarakat Datara bahwa kami sekeluarga pernah  diberikan sejumlah uang yang keluar dari kementerian pendidikan dan Pemudah olahraga sebanyak 190 juta untuk dikelola.

Kami hanya diberikan uang 3 juta karena kami disuruh menanam rumput dan itu merupakan gaji bersama suamiku,”ungkap Sarsinah.

“Jadi kami tegaskan disini,  kami tidak pernah menerima uang sebanyak itu, kecuali gaji bersama suami untuk tanam rumput, sebanyak 3 juta, apalagi dikelola untuk pemeliharaan lapangan, bohong itu pak Desa,”Ujar Sarsinah dengan mata berbinar sembari mengeluarkan air mata.

Kalau hal ini tidak ada kejelasan yang di dapatkan maka saya sebagai istri almarhum bersama keluarga akan menempuh jalur hukum dan akan menuntut kepala Desa atas pembohongan yang dilakukan kepada kami tentang pengalihan fungsi lahan, “Ucap Sarsinah.

Mantan kepala desa Datara, Pananrangi.

Sementara itu, mantan kepala Desa Datara Pananrangi memberikan penjelasan terkait pangalihan fungsi lahan yang terjadi dusun Tamasongo, Desa Datara, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto.

Ia menjelaskan berawal saat Masrajuddin dibantu H.Salinringi untuk mencari lokasi pembangunan sekolah SMAN 3 Bontoramba, sehingga saya menunjukkan lokasi (lahan) milik Alm Radja, kepada mereka untuk dijadikan pembangunan sekolah.

Selain itu, ia juga katakan jika lahan tersebut sudah dibuatkan akte hibah dan sudah sesuai kesepakatan kami untuk pembangunan sekolah pada waktu itu.

Namun, setelah saya menanggalkan jabatan sebagai kepala desa Datara, proses perkembangan selanjutnya saya tidak tahu lagi, karena sudah ada kepala Desa baru sehingga saya tidak mengikuti proses kelanjutannya, “ungkap Pananrangi saat ditemui Suaraturatea.com, Selasa, (10/11/2020).

“Saya tidak tahu lagi proses perkembangannya setelah saya tanggalkan kepala desa, namun rencana awal memang untuk pembangunan sekolah SMAN 3 Bontoramba, bukan lapangan olahraga, dan itu semua sudah diambil alih kepala desa terpilih,”Jelas Pananrang.

Ia juga berani dipertemukan semua pihak terkait, kalau lahan hibah diperuntukkan pembangunan sekolah, bukan lapangan olahraga,”Pungkas Pananrangi

Penulis : Ibnu Gaffar
Editor. : Aditya

Berkomentar dengan bijak!